Ciri yang khas dari warga Nahdhiyyin adalah tahlilan, membacakan Al Qur’an dan menghadiahkan pahalanya untuk keluarga atau teman atau kaum Muslimin. Hal demikian dikerenakan keyakinan mereka bahwa pahala bacaan dan dzikir yang diniatkan untuk dihadiahkan pahalanya itu sampai kepada si mayyit!
Praktik kaum Nahdhiyyin ini mendapat kecaman tajam dari kaum Salafiyyun alias Wahabi, para pengikut setia Ibnu Taimiah. Mereka menuduhnya sebagai praktik bid’ah yang sesat dan menyesatkan! Tidak pernah disyari’atakan dalam Islam! Dan Anda perlu tahu bahwa Islam sejati dalam pandangan kaum Wahabi adalah apa yang disampaikan Ibnu Taimiah! Apa yang diucapkan Ibnu Taimiah adalah Islam dan apa yang ditolak Ibnu Taimiah bukan dari Islam! Pendek kata, Ibnu Taimiah adalah barometer kebenara Islam!
Sekali lagi, jihad paling digemari kaum Salafiyyun adalah memberantas bid’ah sesat dan menyesatkan, dan tahlilan adalah praktik bid’ah yang sesat dan menyesatkan! Oleh kerena itu, kaum Salafiyyun alias Wahabi, berjuang mati-matian (ndak mati beneran) memberantas dan mengecam tahlilan ala NU. Kaum NU di mata kaum Salafi adalah ahli bid’ah, kuburiyyun (doyan ngalap berkah dari kuburan), maulidiyyun, istighatsiyyun, tawassuliyyun dll.
Pendek kata praktik tahlilan itu bid’ah! Yang melakukannya atau membolehkannya adalah ahli bid’ah…. titik!!!
Setelah ngotot berjuang meberantas tahlilan, eh lakok gletek ternyata Ibnu Taimiah “Syeikhul-Islam”-nya Wahabi doyan tahlilan juga. Kalau begitu Ibnu Taimiah itu NU juga dong?!
Pada suatu kali Ibnu Taimiah ditanya, apakah Pahala bacaan Al Qur’an itu sampai kepada mayyit? Beliau menjawab:
Adapun bacaan di atas kuburan itu dimakruhkan oleh Abu Hanifah, Malik dan dalam salah satu riwayat Ahmad, sementara dalam riwayat beliau lainnya tidak memakruhkannya, ia mengizinkannya kerena telah sampai kepadanya hadis Ibnu Umar bahwa ia berwasiat agar dibacakan pembukaan dan penutup surah al- Baqarah di atas kuburannya. Dan telah diriwayatkan dari sebagian sahabat agar dibacakan surah al Baqarah di atas kuburan mereka.
Adapun bacaan ketika dikuburkan, maka ia telah diriwayatkan, dan adapun setelahnya tidak ada riwayat tentangnya. (Majmû’ Fatâwa,24/298).
Ia juga ditanya, apakah bacaan dan sedekah yang dilakukan seseorang untuk dihadiahkan pahalanya kepada mayyit itu sampai atau tidak? Ia menjawab:
Bacaan dan sedekah dan amal-amal kebajikan lainnya tidak diperselisihkan di antara ulama Ahlusunnah wal Jama’ah bahwa akan sampai pahala amal-amal ibadah mâliah (harta) seperti sedekah dan memerdekakan budak, sebagaimana sampai juga pahala doa dan istighfar, shalat jenazah dan mendoakannay di atas kuburan. Para ulama itu berselisih dalam masalah sampainya pahala amal-amal badainiah seperti puasa, shalat dan bacaaan Al Qur’an. Pendapat yang benar adalah semua pahala amal-amal itu akan sampai. Telah tetap dalam Shahihain (Bukhari & Muslim) dari Nabi saw., “Barang siapa mati dan ia ada tanggungan puasa maka keluarganya berpuasa untuknya.” Dalam hadis lain, “Bahwa Nabi memerintah seorang perempuan yang ditinggal mati ibunya sementara ia mempunyai tanggungan puasa agar si anak itu berpuasa untuk ibunya.”… (Majmû’ Fatâwa,24/366)
Dalam kesempatan lain ia juga ditanya, apakah bacaan keluarga mayyit, tasbihan, tahmidan dan tahlilan serta takbiran (membaca Al Qur’an, subhanallah, Alhamdulillah, Lâ Ilâha Illallah, dan Allahu Akbar) jika dihadiahkan pahalanya untuk si mayyit akan sampai atau tidak? Maka ia menjawab:
“Akan sampai bacaan keluarga; tasbihan, takbiran mereka, dan seluruh jenis dzikir kepada Allah jika dihadiahkan kepada mayit akan sampai.”
Jadi kelihatan jelas bahwa Islamnya Ibnu Taimiah adalah Islamnya NU! Maka jika Nu dikecam sebagai ahli bid’ah yang sesat dan menyesatkan, maka yang pertama harus disesatkan adalah Syeikhul-Islamnya Salafiyyin alias Wahabi itu!
Wahai teman-teman Salafiyyun alias Wahabiyyun, mengapa kalian doyan membid’ahkan kami kalau imam kalian sendiri sama seperti kami… Imam kalian ternyata NU tulen! Kena batu-nya ya sekarang?!
Lagi pula kalian gemar menyanyikan lagu Salaf yang tidak ketahuan pengarangnya… eh ternyata Salafush Sholeh juga doyan tahlilan dan membaca Al Qur’an di atas kuburan! Laah ketahuan kan kalau kalian ini Salafy Gadungan! Jangan-jangan kalian ini Salah Fi (Salah tempat)! Bukan Salafy (pengikut Salaf), atau jangan-jangan Salaf yang dimaksud itu Petrok and Gareng! Bukan sahabat Nabi saw, Ibnu Umar dan kawan-kawan!
DIarsipkan di bawah: Aqidah, Fatwa Wahabi-Salafy, Manhaj
Buat Pengunjung blog kami yang ingin menulis huruf arab anda bisa memanfa'atkan "Keyboard Arab Online" silahkan pilih mana yang cocok,


Mas, Ibnu taimiyah itu pemberantas TBC (tahlil-Burdah-ckurata/pakai ejaan lama aja) jadi ndak mungkin toh kalau beliau itu NU. Jadi kalau mau cari bolo yo mbok jangan keterlaluan! Katanya warga Nahdhiyyin ndk butuh selain ulama Nu sendiri alias syafi’iyah, kok sekarang merujuk ke Syeikhlislam kami?
pasti kehabisan bukti ya?
Mas admin kamu sepertinya perlu lebih mendalami maksud kata-kata beliau. Itu ndak ada urusannya dengan kenduren ala NU yang kadang-kadang dari uang utangan, yang penting tahlilan.
__________________
Abu Salafy menjawab:
Saya ndak habis pikir menghadapi anak-anak Salafy ini, kalau disebutkan fatwa imam-imam mereka yang belum diketahuinya (maklum, biasanya Salafy bermodal semangat doang!) atau yang tidak sesuai selera nafsu mereka, mereka membohongkannya atau menuduhnya fitnah atau mengatakakan ini dan itu atau menganggap salah paham dll.
Fatwa Ibnu Taimiyah itu dapat kamu rujuk di buku yang kami sebutkan, kalau ndak paham artinya, tanyakan langsung ke ustadz-ustadz Salafy kamu. tapi suruh jujur ustadz kamu itu, jangan menyembunyikan kebenaran yang pahit ia terima… nanti kan seperti pendeta-pendeta yahudi di zaman Nabi saw.
betul itu, mereka itu cuma modal semangat tapi ilmunya nggak ada, kosong…
tetangga ane aja ada yg ikut”an salafy, dulunya ane inget bgt dia seorang pemabuk berat, eh skrg serba membid’ahkan & selalu bertolak pendapat dgn warga kami yg mayoritas NU. Taubatnya sih bagus, gak mabuk lagi…tapi kalo kata pak kyai Zainuddin MZ “baru belajar ilmu agama aja baru kemaren & ngajinya juga nggak jelas dimana pesantrennya & siapa gurunya, bahasa Arabnya aja belepotan, eh tau2 membid’ahkan & menyalahkan pendapat para ulama terdahulu yg ilmunya jauh lebih tinggi dr dia” hahaha… taubatlah wahabim, semoga Allah mengampuni kalian… Amiiiin…
Salamun alaik,
Wah situs ini berguna terima kasih infonya. Setelah membaca artikel ini saya semakin yakin apa yang telah saya bacakan buat kerabat saya yang sudah wafat tidak sia-sia sebagaimana yang disebutkan penganut Wahabisme. Dan saya semakin kritis terhadap semua pendapat Wahabisme yang dulu saya pernah percayai itu.
___________________
Abu Salafy menjawab:
Assalamu alaikum mas Abdul Wahab.
Kalau boleh tahu kenapa dulu kamu tertarik dan percaya dengan wahabisme?
dan kanapa sekarang kok ogah lagi percayai Wahabisme?
Biar semua tau. Itung-ituang bagi-bagi pengalaman. Kalau ndak kebaratan.
@anti TBC
mas..dari pada ngeyel, mbok kitab yang dirujuk itu dibukak. Bener nggak seperti itu isinya.
___________________
Abu Salafy menjawab:
Benar sekali mas. Buka aja mas Anti TBC.
Assalamualikum
mas. saya pernah membaca buku kkarangan orang salafy. Prinsip mereka itu dalam iabadah harus ada dasrnya yaitu Al Qur’An dan As Sunnah yang Shohih. mereka tidak pernah membenarkan perkataan Ulamanya tanpa ada dalil yang syar’i. Sungguh saya sangat kecewa dengan anda. anda telah mempropaganda ummat. Bertobattlah anda
__________________________
Abu Salafi menjawab:
wa alaikum salam mas rendra, coba saudara baca lagi fatwa Ibnu Taymiah tentang tahlil yang kami posting itu, disitu beliau menyebutkan dalilnya lho? apa saudara akan tetap menolak fatwa Imam anda itu?, hanya karena udah terlanjur anti tahlilan? makanya hargai pendapat orang lain walau anda tak setuju!
anda bilang [saya pernah membaca buku kkarangan orang salafy. Prinsip mereka itu dalam iabadah harus ada dasrnya yaitu Al Qur'An dan As Sunnah yang Shohih.], lho kalo fatwa tanpa dalil lalu namanya fatwa apa mas?
Tapi lucunya mas, coba anda baca teks fatwa Imam Agung Salafy Syekh Bin Baz yang kami posting di blog ini, beserta scan teks fatwa dari buku aslinya yang berbahasa arab, tentang “Kawin Dengan Niat Talaq”. Disitu Syekh Bin Baz tidak merujuk al-Qur’an maupun as-Sunnah, yang dirujuk hanya pendapat “Muwaffaquddin bin Qudamah”. Apa anda tidak kecewa dengan Imam Agung Wahabi tersebut? Coba anda tanyakan kepada teman wahabi/salafy anda.
Abu Salafy=Mas Sastro podo podo penyebar TALBIS IBLIS. Ketahuan nih…
______________________
Abu Salafy menjawab:
Salam mas. Kalau nganggur baca istighfar aja lebih selamat.
mas, tolong teks hadist yang dicantumkan diberi status shahih apa tidak, biar kami makin yakin.
Abu Salafy menjawab:
teks hadisnya udah jelas kan, ia benar-benar hadis sahih, minimal menurut Ibnu Taimiyah. Jadi cukup sudah bagi salafiyyun bukti bahwa Imam mereka setuju tahlil juga, jadi ia NU juga!
abu amr n abu salafi aku yakin kalian tu benar kok cuma itu ja orang yang ngaku salafi tu cara dakwahnya nggak salafi jadi tobatlah trus untuk abu salafi yakinlah anda juga punya salah jadi perbanyak juga istigfa trus aku juga lebih banyak lagi salah jadi yuk kita sama sama istighfara sama Allah. adilkan? jadi nggak ada yang ngaku paling benar apalagi jangan sampai ngaku paling salah , salah diperbaiki tapi kalo sesat tu nggak boleh lah ulama seperti itubelum kenal ja dah bilang sesat, sok tau ja lebih hebat pula dari peramal, katanya nggak percaya yang gituan tapi mau nya nebak yang nggak benar2 yuk kita sama tobat? setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, sering sering ja kita bertaubat moga ALLaH ampuni kiita smuanya
______________________
Abu Salafy menjawab:
Amin………! Sayyidina wa habibina Muhammad saw -yang maksum dan tidak pernah berbuat salah sama sekali- masih selalu ber-Istighfar, lalu apalagi kita-kita ini? apa sudah ngaku tuhan nggak perlu Istighfar…? Nastafgfirullah al-adziim min kulli danb..!!
abu fatimah bependapat:
Ibnu taymiah itu pasti bukan nu yang jelas penerus generasinya wahabi jadi jelas anti tahlil anti ziarah kubur anti sholawat serta pembenci utama ahlul bait nabi dan bertentangan dengan mazhab suni!
wong lewat ngomong :
Ibnu Taimiyyah itu pasti penerusnya wahhabi, krn yang di ikuti juga sama di banyak kitab. Dan Imam Syafi’i kalau gak salah juga pernah memakruhkan ma’tam (kumpul2 dirumah orang yang habis meninggal) saya pernah baca ini dibuku orang wahabi (kalau sodara2 dari wahabi tahu mohon dijelaskan saja), jadi kemungkinan Imam Syafi’i juga penerusnya wahabi,
betul kan ?
_____________________
Abu Salafy menjawab:
kami tambah lagi, pengikut wahabi juga bagi-bagi buku gratis ke orang-orang Syafi’iyyin (NU) bahwa menurut Imam Syafi’i amalan menghadiahkan pahala bacaan al-Qur’an dll (Tahlil) tidak sampai kepada si Mayyit. Tapi menurut Ibnu Taimiah sampai sesuai fatwa diatas. jadi soal Tahlil ini si Wahabi ikut Syafi’i dan si NU (Syafi’iyyin) sesuai dengan amalan Imam Agung wahabi (Ibnu Taimia).. jadi seharusnya wahabi tidak menghujat NU !! makanya kami posting fatwa tersebut, biar wahabi tahu!
Ibnu Taymiah Ternyata Seorang “NU” Juga…! [Fatwa Ibnu Taymiah Tentang Tahlil dll]
***************************************
1. NU didirikan tahun brapa, Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah hidup tahun brapa??? Beliau juga NU kan?
2. Anggapan kalian2 beliau adalah NU, lantas kenapa kalian Cela2 beliau??
3. ….
Anda2 ini jelas sekali orangnya tidak jujur (keliru) dalam menukil ucapan Ulama.
Sesungguhnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah mengatakan di dalam “Al-Ikhtiyatatul ‘Ilmiyah” hal 53 :
“Bukan merupakan kebiasaan para salaf apabila mereka melakukan shalat sunnah atau puasa sunnah atau haji sunnah atau mereka membaca Al-Quran kemudian menghadiahkan pahala amalan2 itu kepada orang2 yang sudah mati dari kalangan kaum muslimin. Maka tidak sepantasnya kita menyelisihi jalan para salaf, karena jalan merekalah yang paling utama dan paling sempurna”.
Adapun ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang saudara tulis, ada 2 keadaan :
1. Kalau Ucapan Syaikh betul, namun anda salah memahaminya, karena semua dalil tentang sampainya puasa bagi si mayit, semua hadits tersebut berkenaan si mayit dengan walinya (bukan orang lain).
2. Kalau Ucapan Syaikh keliru (karena memang tidak ada manusia yang sempurna), dalam hal ini tentulah kita mengikuti pendapat yang benar bukan yang salah. Meninggalkan ucapan syaikh yang keliru bukan berarti sama sekali tidak mengambil ilmu darinya. Lihatlah bagaimana salafy itu bisa meninggalkan ucapan syaikh yang keliru, tidak taklid buta seperti yang anda tuduh2kan. Kalau syaikh kita salah ya jangan diikuti kan dia bukan Nabi.(jangan2 anda2 yang taklid buta sama pak yayi..)
Abdulloh25@gmail.com
————————-
____________
-Abu Salafy-
Gus Dolla, kata-kata kamu Adapun ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang saudara tulis, ada 2 keadaan :
1. Kalau Ucapan Syaikh betul, namun anda salah memahaminya, karena semua dalil tentang sampainya puasa bagi si mayit, semua hadits tersebut berkenaan si mayit dengan walinya (bukan orang lain)., khususnya berkenaan si mayit dengan walinya (bukan orang lain) adalah aneh dan menggelikan, apakah kalau pahala itu sampai dari wali mayyit, tidak bisa sampai kalau dari selain wali mayyit?, Ma lakum La ta’qilun?! Tapi tidak mengeherankan bagi seorang Wahhabi berpaham cupet jika memahaminya demikian!
adapun kata-kata anda Kalau Ucapan Syaikh keliru (karena memang tidak ada manusia yang sempurna), dalam hal ini tentulah kita mengikuti pendapat yang benar bukan yang salah. bukan bukti bahwa kaum Wahhabi bin Salafy itu bukan bukti obyektifitas mereka dan mereka selalu mengambil yang benar! Tetapi mengambil omongan Ibnu Taimiyah yang cocok dengan serela dan nafsu mereka!!
Dari mana anda tau bahwa pendapat Ibnu Taimiyah yang ini yang benar dan yang itu yang salah? Apa buktinya?
And tidak perlu repot-repot Gus, sebab Syeikhul-islam kalian itu memang sering pusing, ngomong di sini A di tempat lain dibantahnya sendiri. maklum Man katsura kalamuhu katsura khathauhu, Kami khawatir kamu juga begitu. mudah-mudahan sih tidak.
jadi seharusnya wahabi tidak menghujat NU !! makanya kami posting fatwa tersebut, biar wahabi tahu!
**************************************
|
|
V
Jadi seharusnya anda mengikuti pendapat yang sesuai Al-Quran dan Hadits bukan mengikuti pendapat yang salah (taklid buta) ataupun hadits dhoif.
_____________________
Abu Salafy menjawab:
Pak Abdullah, hadis yang kata kamu dhoif itu, itu yang dipakai dasar Imam kamu Ibnu Taimiah, wah berarti dalam ilmu hadis kamu lebih hebat dari Ibnu Taimiah!
abu_amr Berkata:
Agustus 18th, 2007 pada 1:09 am
Abu Salafy=Mas Sastro podo podo penyebar TALBIS IBLIS. Ketahuan nih…
************************************
|
|
V
Abu Salafy=Mas Sastro, maksudnya 1 orang atau pahamnya sama ya? hmmm.. Mas Sastro itu sapa yaa… saya belum kenal, namanya juga baru dengar.. mungkin ada yang bisa kasi penjelasan sapa itu Mas Sastro ???
Jangan kuatir Gus semua akan dimuat biar ndak masuk akal atau ndak nyambung. ini bukan blog Salafy?wahhabi yang tidak jujur.
————————————–
|
|
V
dua komentar saya diatas belum tampil, sedang komentar dibawahnya sudah tampil… yang mana sih sebenarnya yang tidak jujur???
__________________
Abu salafy menjawab:
Pak Abdullah bukankah tulisan saudara kami muat semua? kalo belum dimuat itu mah sekedar nunggu antrian aja, TAPI SARAN KAMI APA KAMU SUDAH COBA MENGKRITIK BLOG SALAFY BIN WAHABI? KIRA-KIRA DIMUAT NGGAK? berkali-kali kami katakan ini bukan blog wahabi yang nggak berani memuat tanggapan atau sanggahan pembaca!
dari tanggapan mereka2 orang wahabi di situs ini, saya bisa menyimpulkan bahwa orang wahabi emang nggak punya otak! Argumennya kampungan & mencerminkan kualitas intelektual mereka yang … nol.
Sama kayak imam mereka yg bilang matahari mengitari bumi. Wong udah jelas faktanya adalah sebaliknya, kok masih ngotot. Pake mengkafirkan orang yg ga percaya pula!
Maju terus Mas Abu Salafy, selamatkan generasi muda Islam dari kebodohan dan pembodohan!
saya tunggu tulisannya yang lain
________________________
Abu salafy menjawab:
Terima kasih mas Sam Dev! do’a kan saja, Insya Allah kita akan ungkap terus kekonyolan pemikiran wahabiyyun salafiyyun, selama blog/situs2 mereka masih asyik mensesatkan, mengkafirkan sesama muslim.
oh, ya, Mas, kok nggak ada rss feednya ?
Buatin dong
___________________
Abu salafy menjawab:
ma’af nggak ngerti caranya, tolong ajarin dong! kita tunggu
!
maklum new comer
makasih ya!
assalamu alaikum wr wb
sering kita dengar dari kaum salafi/wahabi, bahwa seorang muslim dilarang membaca talqin kepada mayit, bagi mereka yang tidak meninggalkan perbuatan itu maka akan sering mendengar ejekan dari mereka (kaum salafi).selain membaca talqin kaum salafi / wahabi juga melarang muslimien ber-ziarah kubur.
jika kita tanyakan dasar dari larangan itu, maka mereka (kaum salafi / wahabi) selalu membawa nama-nama para tokoh-tokoh mereka, diantaranya; ibnu taymiah, ibn qoyyim al-juziah dan ibnu abdul wahab.
akan tetapi jika kita baca kitab yang berjudul “ar-Rouh” yang ditulis oleh ibn qoyyim al-Juziah, seorang tokoh salafiah yang pada tahun 712h jumpa dan menimba ilmu agama dari ibnu taymiah, maka kita dapatkan banyak hal yang berbeda denagn apa yang sering kita dengar dari mereka (kaum salafi / wahabi).
kaum salafi / wahabi tidak menyebut kata “sufi” kecuali untuk mengejek, satu golongan yang dianggap sebagai ahli bid’ah, dikarenakan kaum sufi termasuk golongan yang sering menghidupkan acara-acara ke-agamaan, mulai dari memperingati acara maulud Nabi Muhammad saw, juga membaca talqin saat mengubur mayit dan membaca tahlil setelah selesai acara pemakaman dan lain-lain yang mana semua itu bagi kaum salafi / wahabi dihukumi bid’ah.
sehingga ada beberapa kata yang amat dibenci oleh kaum salafi/wahabi diantaranya “kuburan dan sufi”, akan tetapi syekh Abi Abdillah, Muhammah bin Abi Bakar ad-Dimasyqi yang tersohor dengan nama ibn Qayyim al-Juziah, mendapatkan gelar “SUFI”, dari para ulama yang berada disekitarnya, disebabkan ibn Qayyim al-Juziah terkenal sebagai manusia yang ahli ibadah dan karena itulah mendapatkan gelar “sufi”.
bagi mereka (kaum salafi / wahabi) yang ingin memastikan kebenaran apa yang tertulis diatas dapat membuka kitab “ar-Rouh”. jika Ibnu Qayyim al-Juziah dengan jelas memandang talqin dan ziarah kubur serta masih banyak lagi amalan yang dilakukan oleh kaum sufi sebagai amalan yang baik, lalu dari mana kaum (salafi / wahabi) yang sering melarang muslimien ber-talqin, ber-ziarah dan melakukan amal kebaikan, mendapatkan sumber ? sungguh ini pertanyaan yang cukup besar.
sebab hanya dengan membaca kitab tersebut akan kita dapatkan banyak hal yang sangat berbeda sedangkan penulis kitab itu sendiri adalah salah satu tokoh andalan mereka.
Saya tunggu komentar salafiyyun dan wahabiyyun tentang TASAWUF-nya Ibnu Qoyyim dan amalan-amalan tasawufnya! dan amalan-amalan Ibnu Qayyim lainnya yang termasuk “bid’ah” dan “sesat” menurut neo salafiyyun en wahabiyyun !!
wassalam.
semoga Allah subhanahu wata’alaa memberi hidayah pada kita semuanya
Yang aku tahu ttg bid’ah larangannya dari hadist shahih riwayat muslim dari Aisyah rodhiallhuanha, “barang siapa yang membuat suatu amalan yang bukan bagian dari agama ini maka amalan tersebut tertolak”. Mohon dicari teks hadisnya di kitab shahih muslim ato kitab2 hadis lainyya,barangkali saya salah, karena saya bukan orang berilmu, karena ilmu Allah-lah yang teerluas
Syamsul Arifin Berkata:
Agustus 24th, 2007 pada 4:31 am
1. sering kita dengar dari kaum salafi/wahabi, bahwa seorang muslim dilarang membaca talqin kepada mayit, bagi mereka yang tidak meninggalkan perbuatan itu maka akan sering mendengar ejekan dari mereka (kaum salafi).selain membaca talqin kaum salafi / wahabi juga melarang muslimien ber-ziarah kubur.
**************************************
|
|
V
Lihatlah JAHILNYA orang ini.. atau sengaja ingin memutar balik FAKTA…
- Talqin:
Nabi bersabda “Talqinkanlah ORANG yang AKAN MATI diantara kalian kalimat LAAILAHA ILLALLAH”. (Muslim)
Jadi talqin itu buat orang yang AKAN MENINGGAL, bukan BUAT MAYITTTTTTT…. <=- BEDAKAN YAAAA !!!
- ziarah kubur:
Nabi bersabda “Sesungguhnya dahulu aku pernah melarang kalian dari ziarah kubur. Maka sekarang ziarahlah! Sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada akhirat” (Muslim)
Kalau Ziarah kuburnya untuk minta berkah, ya itulah cara2 ziarah kuburnya kuburiyyin.
————————————–
2. jika kita tanyakan dasar dari larangan itu, maka mereka (kaum salafi / wahabi) selalu membawa nama-nama para tokoh-tokoh mereka, diantaranya; ibnu taymiah, ibn qoyyim al-juziah dan ibnu abdul wahab.
**************************************
|
|
V
baru 3 nama anda sebut, masih banyak sederet nama Ulama yang kami jadikan rujukan.
Anda harus tahu itu, dan terpenting anda ketahui bahwa SALAFY BUKANLAH TAKLID BUTA.. karena memang ULAMA BUKANLAH MANUSIA YANG SEMPURNA, bisa saja terjadi perbedaan diantara para ulama2, nah ULAMA2 dalam berucap tentulah dengan DALIL2.. kan kelihatan DALIL2 YANG ULAMA JADIKAN RUJUKAN, umpama kalau ulama I perpendapat “A” dengan dalil HADITS HASAN, trus ada ulama II berpendapat “B” dengan dalil HADITS SHAHIH.. nah silahkan anda lihat sendiri, maka salafy itu akan mengikuti DALIL HADITS SHAHIH. JADI SALAH BESAR BILA DIKATAKAN TAKLID BUTA. BISA DIMENGERTI SEMUANYA ???????????
————————————–
3. akan tetapi jika kita baca kitab yang berjudul “ar-Rouh” yang ditulis oleh ibn qoyyim al-Juziah, seorang tokoh salafiah yang pada tahun 712h jumpa dan menimba ilmu agama dari ibnu taymiah, maka kita dapatkan banyak hal yang berbeda denagn apa yang sering kita dengar dari mereka (kaum salafi / wahabi).
**************************************
bagi mereka (kaum salafi / wahabi) yang ingin memastikan kebenaran apa yang tertulis diatas dapat membuka kitab “ar-Rouh”. jika Ibnu Qayyim al-Juziah dengan jelas memandang talqin dan ziarah kubur serta masih banyak lagi amalan yang dilakukan oleh kaum sufi sebagai amalan yang baik, lalu dari mana kaum (salafi / wahabi) yang sering melarang muslimien ber-talqin, ber-ziarah dan melakukan amal kebaikan, mendapatkan sumber ? sungguh ini pertanyaan yang cukup besar.
**************************************
|
|
v
SUDAH SAYA DUGA HAL INI AKAN MUNCUL KEPERMUKAAN.
Sesungguhnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah mengatakan di dalam “Al-Ikhtiyatatul ‘Ilmiyah” hal 53 :
“Bukan merupakan kebiasaan para salaf apabila mereka melakukan shalat sunnah atau puasa sunnah atau haji sunnah atau mereka membaca Al-Quran kemudian menghadiahkan pahala amalan2 itu kepada orang2 yang sudah mati dari kalangan kaum muslimin. Maka tidak sepantasnya kita menyelisihi jalan para salaf, karena jalan merekalah yang paling utama dan paling sempurna”.
Ada juga perkataan2 lain di dalam masalah ini, yang menyelisihi (mayit bisa mendapat manfaat dari semua jenis ibadah orang lain) apa yang baru saja beliau sebutkan dari para salaf. Pendapat ini diadopsi oleh Ibnu Qayyim dan dibelanya di dalam kitab “Ar-Ruh”, dengan menggunakan kias yang tidak bisa tegak.
Sungguh perkataan Ibnu Qayyim ini telah memberikan angin segarrrrr kepada para ahli Bid’ah, sehingga mereka mengambil perkataan ini sebagai SENJATA untuk memerangi As-Sunnah. Mereka berhujjah dengan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya ini untuk menyerang para pembela sunnah dan para pengikutnya. “PARA AHLI BID’AH ITU TIDAK TAHU ATAU PURA-PURA TIDAK TAHU BAHWA PARA PEMBELA SUNNAH TIDAK AKAN BERTAQLID DI DALAM AGAMA ALLAH INI KEPADA SESEORANG, SEPERTI APA YANG MEREKA LAKUKAN”.
Jadi sungguh benarlah Firman Allah :
“Dan bahwasanya seorang manusia tiadalah memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (An-Najm: 39 )
Dan sanggahan2 yang lebih Ilmiyah yang kuat telah dibawakan oleh Muhammad Rasyid Ridha di dalam tafsir “Al-Manar” (8/254-270). Maka silahkan merujuk kesana bagi siapa yang ingin membahas lebih luas tentang masalah ini (masalah besar ini).
————————————–
4. Saya tunggu komentar salafiyyun dan wahabiyyun
**************************************
|
|
V
silahkan baca komen diatas serta kitab Al-Manar berulang2 agar hati anda semua terbuka, dan mendapat Hidayah dari Allah. Amin.
Ctt: hmm.. mungkin beberapa komen lagi yang harus saya tulis selanjutnya saya pamit dari BLOG ini.. tolong semua koment saya ditampilkan. Dan Nasehat saya..
“Bertanyalah kepada ahlu dzikr/Ulama jika kalian tidak mengetahui” An Nahl: 43)
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa’:59 )
Abdulloh25@gmail.com
————————————–
ORANG PADA BICARA SOAL BACAAN AL QUR’AN UNTUK MAYYIT ?
JUMHUR ULAMA BERPENDAPAT TIDAK SAMPAINYA PAHALA BUAT SI MAYYIT Dan ini adalah pendapat Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah (RUJUKAN NU SENDIRI) dan beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (Qs. An-Najm (39);53). Dan juga hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya dari hadist Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda, “Apabila anak adam meninggal dunia terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariyah, atau anak yang shalih yang mendoakannya, atau ilmu yang bermanfaat”. Mengaku pengikut Al Imam Asy-Syafi’i, tapi tidak mengetahui pendapat beliau, ANEH YAH?
__________________
Abu salafy menjawab:
Kamu perlu tau apa ulasan ulama mazhab Syafi’i tentang fatwa Imam Syafi’i itu. Tentang ayat dan hadis yang kamu bawa kamu perlu pahami maknanya… jangan malu-maluin santri NU yunior.Hadis itu justru bukti kuat sampainya pahala dari orang hidup kepada orang yang sudah mati alias mayyit.
Al-Albani:”Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Alloh Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya :
“Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.”
Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Alloh memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Alloh Azza wa Jalla”
ABu Salafy:
Setuju, dalam da’wah harus lemah lembut… jangan ada klaim kafir mengkafirkan atau sesat menyesatkan.
kok komentarku nggak dijawab
Abu Salafy:
komentar yang mana mas, tolong dikirim ulang aja, sebab kami selalu menampilkan dan menanggapi komentar para pengunjung, itu sudah menjadi komitmen kami.
@Mas wong Goblok:
kami ingin menjelaskan sedikit lagi jawaban kami diatas bahwa kami selalu menampilkan komentar para pengunjung, sedang mengenai tanggapan tentunya ada komentar yang perlu ditanggapi ada juga yang tidak perlu…
sedang mengenai komentar anda yang dulu apa itu ini yang anda kehendaki kami berkomentar:
“Yang aku tahu ttg bid’ah larangannya dari hadist shahih riwayat muslim dari Aisyah rodhiallhuanha, “barang siapa yang membuat suatu amalan yang bukan bagian dari agama ini maka amalan tersebut tertolak”. Mohon dicari teks hadisnya di kitab shahih muslim ato kitab2 hadis lainyya,barangkali saya salah, karena saya bukan orang berilmu, karena ilmu Allah-lah yang teerluas”
soal bid’ah dan hadis yang anda kutip itu semua golongan umat islam menerimanya dan bahwa bid’ah itu terlarang. Tapi dalam pemaham apa yang dimaksud bid’ah itu sendiri, mereka berselisih, termasuk dikalangan ulama wahabi/salafy sendiri berbeda dalam memahami apa yang dimaksud bid’ah itu. Karenaya dikalangan umat Islam terjadi perbedaan pemahaman terhadap suatu masalah, misalnya suatu perbuatan bid’ah menurut suatu golongan dan bukan termasuk kategori bid’ah menurut golongan yang lain…
Wah hari ini saya kok ndak melihat Gus Dollah lagi berkomentar ya? Apa sudah kelenger dan kehabisan dalil?
Jangan-jangan sudak keyok?
Gus apa masih rembuk dengan ustadz Salafi anda? atau anda itu sendiri ustadz Salafy PASPASAN? atau masih sibuk ngerapikan JENGGOT ARANG-ARANG-nya dan ngewengkis celana cingkrang-nya?
Ayo kalau mampu aktif lagi!
Mas Syamsul, Rasulullah tidak pernah mengajarkan membacakan talqin untuk si mayit. Yang diajarkan adalah orang yang menghadapi sakaratul maut supaya dibimbing membaca talqin….
Bacannya; “Laa ilaaha illallah”.
Bukan dibacakan Surat Yasiin, bukan dibacakan: Nanti kalau ditanya malaikat….. dst..
Kalau yang ini Rasulullah tidak pernah memberi tuntunan.
Jadi kalau Ahlus Sunnah Wal Jama’ah pasti mengacu ke hadits yang shohih…
Lha kalau mas Syamsul nggak mengacu ke Hadits yang shohih, ya bukan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah….
soal bid’ah dan hadis yang anda kutip itu semua golongan umat islam menerimanya dan bahwa bid’ah itu terlarang. Tapi dalam pemaham apa yang dimaksud bid’ah itu sendiri, mereka berselisih, termasuk dikalangan ulama wahabi/salafy sendiri berbeda dalam memahami apa yang dimaksud bid’ah itu. Karenaya dikalangan umat Islam terjadi perbedaan pemahaman terhadap suatu masalah, misalnya suatu perbuatan bid’ah menurut suatu golongan dan bukan termasuk kategori bid’ah menurut golongan yang lain…
Mas Abu, bid’ah itu kata awalnya dari kata badi’u. Badi’u itu menciptakan sesuatu tanpa contoh, tanpa mal. Jadi Allah menciptakan bumi dan seisinya itu tanpa contoh.
Semua ibadah sekali lagi ibadah, ummat islam harus sesuai dengan yang dituntunkan/dicontohkan oleh Rasulullah. Kalau tidak sesuai yang dicontohkan/dituntunkan Rasulullah, itulah namanya bid’ah. Tidak menyamgkut masalah mu’amalah.
Bagaimana bisa tahu…. ya di Hadits.
Inilah pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
Ada orang ditanya, apa yang anda pahami tentang bid’ah. Jawabnya: Bid’ah adalah sesuatu amalan yang tidak ada tuntunannya/kitabnya. Jadi seperti sholawat badar, menurut dia tidak bid’ah karena ada tuntunannya/kitabnya. Disini tuntunan/kitab itu dari siapa saja. Jadi kalau nanti (misalnya) mas Abu membuat tuntunan sholat shubuh itu empat rakaat, dan mas Abu tulis dalam buku, maka menurut dia sholat shubuh empat rekaat ya tidak bid’ah karena ada tuntunannya/kitabnya.
Orang inipun katanya juga pengikut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Bagaimana bisa mas Hadits saja nggak pernah belajar lalu mengaku-aku Ahlus Sunnah.
Ahlus Sunnah nya siapa mas…
Bukalah hati kita, jangan taqlid kepada kyai, taqlid itu katanya mengikuti tanpa tahu dalilnya mas…
Jangan fanatik pada kelompok/golongan/madzhab. Selama ini masih kita lakukan, sulit hati kita untuk menerima kebenaran.
Semoga kita semua mendapat hidayah serta taufiq-Nya, agar kita dapat berjalan dijalan yang lurus, sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullah. Aaaaamiin yaa robbil ‘alamiin.
Abu Salafy:
Salam Mas maryam… sekali lagi contohkan shalawat yang benar menurut kamu dengan dalilnya. Ok, kami tunggu.
Syamsul Arifin Berkata:
Agustus 24th, 2007 pada 4:31 am
1. sering kita dengar dari kaum salafi/wahabi, bahwa seorang muslim dilarang membaca talqin kepada mayit, bagi mereka yang tidak meninggalkan perbuatan itu maka akan sering mendengar ejekan dari mereka (kaum salafi).selain membaca talqin kaum salafi / wahabi juga melarang muslimien ber-ziarah kubur.
**************************************
|
|
V
Lihatlah JAHILNYA orang ini.. atau sengaja ingin memutar balik FAKTA…
- Talqin:
Nabi bersabda “Talqinkanlah ORANG yang AKAN MATI diantara kalian kalimat LAAILAHA ILLALLAH”. (Muslim)
Jadi talqin itu buat orang yang AKAN MENINGGAL, bukan BUAT MAYITTTTTTT…. <=- BEDAKAN YAAAA !!!
- ziarah kubur:
Nabi bersabda “Sesungguhnya dahulu aku pernah melarang kalian dari ziarah kubur. Maka sekarang ziarahlah! Sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada akhirat” (Muslim)
Kalau Ziarah kuburnya untuk minta berkah, ya itulah cara2 ziarah kuburnya kuburiyyin.
————————————–
2. jika kita tanyakan dasar dari larangan itu, maka mereka (kaum salafi / wahabi) selalu membawa nama-nama para tokoh-tokoh mereka, diantaranya; ibnu taymiah, ibn qoyyim al-juziah dan ibnu abdul wahab.
**************************************
|
|
V
baru 3 nama anda sebut, masih banyak sederet nama Ulama yang kami jadikan rujukan.
Anda harus tahu itu, dan terpenting anda ketahui bahwa SALAFY BUKANLAH TAKLID BUTA.. karena memang ULAMA BUKANLAH MANUSIA YANG SEMPURNA, bisa saja terjadi perbedaan diantara para ulama2, nah ULAMA2 dalam berucap tentulah dengan DALIL2.. kan kelihatan DALIL2 YANG ULAMA JADIKAN RUJUKAN, umpama kalau ulama I perpendapat “A” dengan dalil HADITS HASAN, trus ada ulama II berpendapat “B” dengan dalil HADITS SHAHIH.. nah silahkan anda lihat sendiri, maka salafy itu akan mengikuti DALIL HADITS SHAHIH. JADI SALAH BESAR BILA DIKATAKAN TAKLID BUTA. BISA DIMENGERTI SEMUANYA ???????????
————————————–
3. akan tetapi jika kita baca kitab yang berjudul “ar-Rouh” yang ditulis oleh ibn qoyyim al-Juziah, seorang tokoh salafiah yang pada tahun 712h jumpa dan menimba ilmu agama dari ibnu taymiah, maka kita dapatkan banyak hal yang berbeda denagn apa yang sering kita dengar dari mereka (kaum salafi / wahabi).
**************************************
bagi mereka (kaum salafi / wahabi) yang ingin memastikan kebenaran apa yang tertulis diatas dapat membuka kitab “ar-Rouh”. jika Ibnu Qayyim al-Juziah dengan jelas memandang talqin dan ziarah kubur serta masih banyak lagi amalan yang dilakukan oleh kaum sufi sebagai amalan yang baik, lalu dari mana kaum (salafi / wahabi) yang sering melarang muslimien ber-talqin, ber-ziarah dan melakukan amal kebaikan, mendapatkan sumber ? sungguh ini pertanyaan yang cukup besar.
**************************************
|
|
v
SUDAH SAYA DUGA HAL INI AKAN MUNCUL KEPERMUKAAN.
Sesungguhnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah mengatakan di dalam “Al-Ikhtiyatatul ‘Ilmiyah” hal 53 :
“Bukan merupakan kebiasaan para salaf apabila mereka melakukan shalat sunnah atau puasa sunnah atau haji sunnah atau mereka membaca Al-Quran kemudian menghadiahkan pahala amalan2 itu kepada orang2 yang sudah mati dari kalangan kaum muslimin. Maka tidak sepantasnya kita menyelisihi jalan para salaf, karena jalan merekalah yang paling utama dan paling sempurna”.
Ada juga perkataan2 lain di dalam masalah ini, yang menyelisihi (mayit bisa mendapat manfaat dari semua jenis ibadah orang lain) apa yang baru saja beliau sebutkan dari para salaf. Pendapat ini diadopsi oleh Ibnu Qayyim dan dibelanya di dalam kitab “Ar-Ruh”, dengan menggunakan kias yang tidak bisa tegak.
Sungguh perkataan Ibnu Qayyim ini telah memberikan angin segarrrrr kepada para ahli Bid’ah, sehingga mereka mengambil perkataan ini sebagai SENJATA untuk memerangi As-Sunnah. Mereka berhujjah dengan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya ini untuk menyerang para pembela sunnah dan para pengikutnya. “PARA AHLI BID’AH ITU TIDAK TAHU ATAU PURA-PURA TIDAK TAHU BAHWA PARA PEMBELA SUNNAH TIDAK AKAN BERTAQLID DI DALAM AGAMA ALLAH INI KEPADA SESEORANG, SEPERTI APA YANG MEREKA LAKUKAN”.
Jadi sungguh benarlah Firman Allah :
“Dan bahwasanya seorang manusia tiadalah memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (An-Najm: 39 )
Dan sanggahan2 yang lebih Ilmiyah yang kuat telah dibawakan oleh Muhammad Rasyid Ridha di dalam tafsir “Al-Manar” (8/254-270). Maka silahkan merujuk kesana bagi siapa yang ingin membahas lebih luas tentang masalah ini (masalah besar ini).
————————————–
4. Saya tunggu komentar salafiyyun dan wahabiyyun
**************************************
|
|
V
silahkan baca komen diatas serta kitab Al-Manar berulang2 agar hati anda semua terbuka, dan mendapat Hidayah dari Allah. Amin.
Ctt: hmm.. mungkin beberapa komen lagi yang harus saya tulis selanjutnya saya pamit dari BLOG ini..
Abdulloh25@gmail.com
————————————–
Sentot Kabul Berkata:
Agustus 27th, 2007 pada 1:24 pm
Wah hari ini saya kok ndak melihat Gus Dollah lagi berkomentar ya? Apa sudah kelenger dan kehabisan dalil?
Jangan-jangan sudak keyok?
**************************************
|
|
V
lebih baik menyibukkan diri dengan belajar Ilmu agama, daripada berdebat orang2 yang buta hati.
demikian mas.
@Maryam ibni Ilyas
Jangan fanatik golongan… setuju. Jangan ngeyel..terimalah kebenaran itu walaupun dari orang yg tidak kita sukai.
Tanya: kalau kita nggak boleh taqlid sama kyai (kyai adalah julukan untuk ulama islam, dari bhs jawa), lantas kita harus taqlid sama siapa? Sedangkan ilmu kita sangat2 terbatas.
Orang awam bukan ustadz bukan kyai yang hapal sekian ribu hadits.
____________________
Abu Salafy:
Pak, orang-orang mukallaf itu dapat digolongkan dalam dua 3 golongan:
1)Ulama yang mampu menggapai kesimpulan hukum dari sumber-sumber aslinya; Qur’an & Hadis.
2)Orang awam, yang tidak mampu menggapai hukum dari sumber aslinya.
3)Setengah ulama setengah awam yang bisa memilah-milah antara berbagai kesimpulan yang telah dicapai ulama (golongan1).
Akal sehat mengatakan bahwa bagi yang awam hendaknya berujuk kepada Ulama/mujtahid. kalau merasa mampu ya cari dalilnya sekalian.
Tetapi yang penting ialah jangan menganggap hasi kesimpulan ulama’nya adalah islam itu sendiri dan lalu mengafirkan selainnya. Dengan meminjam bahasa anda: Jangan fanatik golongan… setuju. Jangan ngeyel..terimalah kebenaran itu walaupun dari orang yg tidak kita sukai.
Anti Bid’ah
@mas abdullah, @mas maryam dan para salafiyyun bin wahabiyun
sepanjang yang saya ketahui para salafiyyun itu katanya konsisiten sekali mengikuti para salaf, sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin.. dan paling getol memerangi “bid’ah” tapi saya temukan hadis di Bukhori yang bertentngan dengan aqidah tersebut, akan saya sebutkan dua hadia saja:
1. ….Dari al-alaa’ bin al-musayyab dari ayahnya, berkata: “saya pernah bertemu dengan al-Barra’ bin Azib, lalu kukatakan kepadanya: “anda beruntung telah bersahabat dengan Nabi saw dan anda telah membaiat beliau saw dibawah pohon” akan tetapi al-Barra’ bin Azib berkata: “WAHAI PUTRA SAUDARAKU KAU TIDAK TAHU APA SEBENARNYA YANG TELAH KAMI ADA-ADAKAN (bid’ah) SEPENINGGAL BELIAU SAW”
(Shahih Bukhori, Bab ghazwah al-Hudaibiyah)
2. ….akan berdatangan dihadapanku (kelak dihari kiamat) di al-Haudh orang-orang dari sahabatku hingga aku kenali mereka, kemudian mereka dihalau dari aku, lalu aku katakan: “mereka adalah sahabat-sahabatku”. lalu dikatakan: “kamu tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan (bid’ah) sepeninggalmu” (Shahih Bukhari, kitab ad-Da’wat, Bab fi al-haudh)
Tolong kami diberi penjelasan hasil saudara-saudara ngaji salaf:
1. kalo kita dianjurkan mengikuti salaf, lalu salaf yang mana? apa semua salaf, mulai sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin? padahal Rasul saw dalam hadis diatas menjelaskan bahwa diantara salaf (SAHABAT) banyak juga yang melakukan bid’ah, apalagi yang bukan sahabat (“mereka adalah sahabat-sahabatku”. lalu dikatakan: “kamu tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan (bid’ah) sepeninggalmu”).
kemudian DIPERJELAS LAGI KESAKSIAN SAHABAT “AL-BARRA’ BIN AZIB: (“WAHAI PUTRA SAUDARAKU KAU TIDAK TAHU APA SEBENARNYA YANG TELAH KAMI (para sahabat) ADA-ADAKAN (bid’ah) SEPENINGGAL BELIAU SAW”) lalu kalo diantara mereka (generasi salaf) saja ada pelaku-pelaku bid’ah LAU BAGAIMANA KITA AKAN MENGIKUTI SEMUA SAHABAT, APALAGI TABIIN DAN TABIIUT-TABIIN?
2. Barang kali para ulama salafi telah menemukan identitas para salaf pelaku bid’ah (mulai sahabat sampai tabiut-tabiin) sebagaimana disebutkan dalam hadis diatas khususnya para sahabat, tolong disebutkan biar kami tidak mengikuti para salaf pelaku bid’ah?
3. Tolong kami diberi difinisi “Bid’ah” menurut salafiyyun?
mohon diberi penjelasan dan pencerahannya! jazakumullahu khairan!
Anti bid’ah
akan tetapi jika kita baca kitab yang berjudul “ar-Rouh” yang ditulis oleh ibn qoyyim al-Juziah
**************************************
|
|
V
Postingan saya mana? kok dah gak muncul2 lagi? gw belum pergi kok sebelum lihat ke jujuranmu akan menampilkan semua postingan yang masuk.
Abdulloh25@gmail.com
http://bidah.wordpress.com
@Abdullah
Kutip:
———————————————————————
Abu Salafy=Mas Sastro, maksudnya 1 orang atau pahamnya sama ya? hmmm.. Mas Sastro itu sapa yaa… saya belum kenal, namanya juga baru dengar.. mungkin ada yang bisa kasi penjelasan sapa itu Mas Sastro ???
——————————————————————–
wah-wah mas Abdullah ini benar-benar jagoan macam BRUCE LEE dan CHEN LUNG di filmnya, yang main bogem sini tendang sana, pokoknya bukan salafi/wahabi sikat. yang pennting “pokoknya” (pinjam istilah mas mbelgedez)… Debat/diskusi diskusi disini yang nggak ada juntrungannya, belum selai sudah mbahas yang lain, kebanyakan yang dilawan sih !!! Yang penting “pokok” nya, walau belum tuntas disini sekarang mas abdullah lagi nanya en penasaran pingin tahu siapa itu “Mas Sastro”?
mas sastro itu pemilik blog yang khusus menelanjangi pemikiran para salafi bin wahabi, sebetulnya pak abu sudah me link blog nya diatas sebelah kiri tuh alamatnya, atau gampangnya klik aja disini http://salafyindonesia.wordpress.com/
tapi saran saya sebaiknya mas abdullah nggak usah terlibat disana lah, disamping nanti mas abdullah nggak bisa tidur nyiapin bahan dan terus-terusan ke warnet (alhamdulillah kalo ada net di rumah), juga saya takut nanti hujjah mas abdullah malah memalukan ikhwan salafiyyun, soalnya menurut saya nih, mas sastro itu lebih hebat dari pak abu… karenanya kalo mas abdullah masih tetap ingin dan penasaran terjun diarenanya mas sastro saya sarankan mas abdullah ngaji salaf lagi yang intensif dengan para ustadnya, sebelum meladeni mas sastro.
Akhirul kalam ini sedikit info tentang menu diskusi di blognya mas sastro biar mas Abdullah menyiapkan bahannya sebelum terjun kesana (jika penasaran ingin membacanya klik aja judul-judul menu tersebut dibawah ini):
1.Kerancuan konsep Tauhid versi Wahaby (Salafy) – Bag I
http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/03/30/kerancuan-konsep-tauhid-versi-wahaby-bag-i/
2. Dari Muhammad bin Abdul Wahab hingga Kerajaan Arab Saudi
http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/02/14/dari-ibnu-abdul-wahab-hingga-kerajaan-arab-saudi/
3. Sisi-sisi Kesamaan Wahaby dengan Khawarij
http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/02/15/sisi-kesamaan-wahaby-dengan-khawarij/
4. Ibnu Taimiyah dan Khawarij
http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/02/23/ibnu-taimiyah-dan-khawarij/
5. Ulama Ahlusunah dan Pelopor Jama’ah Takfiri (Ibnu Taimiyah)
http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/03/18/ulama-ahlusunah-dan-pelopor-jamaah-takfiri-ibnu-taimiyah/
6. Persekongkolan Keluarga Saudi dengan Zionis
http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/03/26/persekongkolan-keluarga-saudi-dengan-zionis/
7. Mengambil Berkah (Tabarruk) Merupakan Perbuatan Bid’ah atau Syirik? (Bag I)
http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/
Oke mas Abdullah apa judul-judul menu mas Sastro diatas menarik anda? APA MAS ABDULLAH MASIH MAU JADI BRUCE LEE, DAN SIAP MENGHAJAR MAS SASTRO? saya pingin tahu kehadiran mas Abdullah disana, tapi lagi-lagi saran saya sebaiknya mas Abdullah membawa kawan dan ustad-usta salafinya untuk menghadapi mas Sastro. Saya ingin melihat pencak silat mas Abdullah dan kawan-kawan disana…!!!
Datang mas ya, biar tambah rame disana
!
Wassalam
Cak Udin yang asyik menyasikan debat en diskusi para salaf
Sesungguhnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah mengatakan di dalam “Al-Ikhtiyatatul ‘Ilmiyah” hal 53 :
“Bukan merupakan kebiasaan para salaf apabila mereka melakukan shalat sunnah atau puasa sunnah atau haji sunnah atau mereka membaca Al-Quran kemudian menghadiahkan pahala amalan2 itu kepada orang2 yang sudah mati dari kalangan kaum muslimin.
>
>
>
Emangnya kita sudah kelebihan pahala lalu dikirimkan ke mayyit.
Pemahaman Islam yang lurus, orang-orang yang telah berjasa mendidik diri kita menjadi orang yang sholeh (orang tua, guru,dsb) maka segala amal kebaikan kita bila mendapat pahala, beliau-beliau itu juga akan mendapat pahala, tanpa mengurangi pahal kita. Bukan kita baca surat Yasiin pahalanya untuk almarhum ……..
_____________
-Abu Salafy-
Mas Ghulam, nama yang anda pakai mengingatkan kami kepada Si India Pengaku nabi, Mirza Ghulam Ahmad al Gadiyani…. anda sepertinya peneliti pandangan-pandangan Ibnu Taimiyah…. luar biasa. Tapi masalahnya kalau begitu bahwa panutan kaum Wahhabi/Salafy itu rupanya sedang kebingungan… di satu sisi ia membolehkan, di sisi lain bilang bukan kebiasaan kaum salaf apabila mereka melakukan shalat sunnah atau puasa sunnah atau haji sunnah atau mereka membaca Al-Quran kemudian menghadiahkan pahala amalan2 itu kepada orang2 yang sudah mati dari kalangan kaum muslimin.… andai benar bukan kebiasaan kaum salaf, kan bukan berarti salah atau haram kan?! lalu kenapa pengikutnya sekarang mengatakan haram atau tidak sesuai ajaran agama.
Mas anda berkata Emangnya kita sudah kelebihan pahala lalu dikirimkan ke mayyit. dengan logika yang sama orang bisa berkata, memangnya doa untuk diri kita sendiri sudah rampung kok mendoakan orang lain…. Itu logika kaum PELIT bin MEDIT mas!!!!
yang pasti kalau apa yang kamu bawakan dari Ibnu Taimiyah itu benar berarti Ibnu Taimiyah anda sedang berbicara yang saling kontradiksi satu dengan lainnya…. Apa mau diikuti orang seperti itu?! Terserah anda!
Maaf saya meralat kata2 saya,,,,ternyata jalan yang benar adalah jalan yang ditempuh para sholafus sholih,,,”Sebaik-baiknya perkataan adalah kalamullah,sebaik-bainya petunjuk adalah petunjuk Muhammad Saw,,,seburuk-buruknya perkara adalah perkara yang diada-adakan(dalam agama),setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah,setiap bid’ah adalah sesat…
Assalamualaikum,
Wah ternyata seru juga ya perdebatan anda semua, saling menghina, memaki, dan menghujat. Saya tidak memihak kemanapun, saya cuma meyakini bahwa Alqur’an dan Hadits itu Haq sebagai pedoman hidup kita, sebagaimana Rasulullah telah mewasiatkan kepada kita untuk berpegang teguh kepada keduanya, dan sayapun berpegang teguh kepada sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa Kullu bid’atin Dholalah. Tahanlah emosi kalian, lihatlah musuh-musuh Islam bersorak melihat pertikaian diantara kita. Kebenaran akan jelas terlihat nanti ketika kita sudah menghadapi pengadilan Allah di Yaumil Ma’syar. Saya hanya mengingatkan saja apa yang telah Rasulullah sabdakan bahwa jika kita berpegang teguh dengan Alqur’an dan Assunnah pasti kita akan selamat. Rasulullah juga mengatakan bahwa jangan kita menambah-nambah dalam urusan Agama yang tidak ada contoh dari Beliau dan juga tak pernah Beliau mengerjakannya karena itu akan tertolak. Maka patuhilah apa yang disabdakan Rasulullah. Sebenarnya Islam itu mudah sekali, jangan kita bertele-tele dan mempersulit diri, satu hal yang perlu kita pegang teguh dalam beragama Islam ini yakni kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah, dan tinggalkan hal-hal yang tidak dikerjakan atau dicontohkan Rasulullah, karena apa yang Rasulullah sampaikan kepada ummatnya telah lengkap tanpa ada kekurangan sedikitpun, sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3: Alyauma Akmaltulakum dinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati warodlitulakum islaamy diinan. Jadi sadarlah saudara-saudaraku tahanlah emosi kalian, jadilah seorang Muslim yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Assunnah, Pasti kita akan selamat.
____________
-Abu Salafy-
Salam pak Abdullah…
Islam tidak pernah melarang penganutnya untuk berdiskusi… bukankah kata hadis (yang diyakini para ulama) ikhtilaf itu rahmah?! Memang yang tidak boleh adalah saling mencaci maki dan merasa benar sendiri!
Pak Abdullah, semua muslim sejati pasti ingin berpegang teguh dengan Alqur’an dan Sunnah Nabi saw…. Tapi masalahnya pak, Alqur’an dengan pemahaman yang mana yang harus diikuti? Sunnah yang dishahihkan siapa dan dengan pahaman siapa yang harus dipegangi?
Pak Abdullah, kalau kami boleh tanya setelah mengutip kata-kata bapak Saya hanya mengingatkan saja apa yang telah Rasulullah sabdakan bahwa jika kita berpegang teguh dengan Alqur’an dan Assunnah pasti kita akan selamat. Dimana ya kami bisa temukan hadis yang mengatakan seperti itu?
itulah kenapa wahabi ngesesatan dirunya senidri dengan melimpahkan nya pada NU
assalamu’alaikum wr wb.
saya mengaji NU, dah lama dan NU dulu dengan sekarang sangat beda.
dulu NU sangat mau merujuk pada alquran dan sunnah, sekarang kebanyakan SEMAU GUE.
NU yang hanif dan masih waras, gak pernah debat tanpa dalil. mbah saya orang NU dan moyangnye NU Hasyim Asy’ary pernah marah2 gara2 ada salah satu firqoh tarekat yang mau nyebarin alirane di rejoso, karena beliau bilang itu bid’ah sesat menyesatkan, dan santri2 kribo NU yang mati2an (moga sebelum mati tobat )debat dengan ala jahlun ala jahil, alias perlu belajar sama kiai salaf NU dulu, buka kitab2 NU
yang sebenarnya justru dengan mengkaji ulanhg kitab2 tersebutlah SAYA MENDAPAT JALAN HIDAYAH, karena Nahdliyin sekarang dah kebanyakan gedeg2 wiridan sufi sehingga otaknya kopyor gak bisa memahami kitab2nya sendiri, naudzubillah…..
imam safi’i bilang dalam kitab al umm dan jelas tentang bida’ahnya tahlilan dan selamatan ( bid’ah munkaroh ) tapi karena ya mereka otaknya dah kopyor jadi gak mudeng sama sekali. mas2 nahdliyin semua perlu pade tau, mbah saya orang NU ‘alim, dan mau rujuk pada pemahaman salafnya kok ? sampeyan yang baru bisa bersihin umbel kemarin sore dah mau main ejek kaum salaf.
salaf NU ya salaf umat islam, dan kesalahan kalian itu dah jelah dan ceta wela2, jadi gak usah cari alasan macam2, sampai kapanpun kalian gak pernah bisa berhasil, karena memang dah gak mungkin sampeyan nglawan dalil. kecuali kalian akan binasa.
gitu aja…sebenernya saya ingn ngasih dalil2 yang shahih tapi karena mbantah kalian dengan dalil itu sia2, soale sampeyan2 gak mungkin paham ( terlalu cetek ) saya dah biasa dialog sama pentholan2 sampeyan semua, dan mereka lebih paham tentang NU daripada kowe2 kabeh,dan mereka dah banyak yang rujuk pada salafy, dan gak perlu saya sebutken siapa2 nya, dan biar dari kalangan eks mereka sendiri yang menguak kesesatan dan kejahilan Nahdliyin sekarang ( bukan yang dulu yang masih hanif / waras )
masalah kawin dengan niat talaq, disandarkan pada MUT’AH…itu mah udah sejak dulu dah kelar, kalo ada yang masih debatin sekarang…itu karena udah ketinggalan informasi.
gak gaol gitu loh….
kalo mau dialog ya buat aliansi forum, ditayangkan di publik dan jangan main kerengan, lalu sepakati rujuk pada kitab2 salaf ( para imam ahlussunnah )alqur’qn dan hadits lalu kita duduk dialog, itu gentle namanya, saling membuka diri dari al haq ( kebenaran ) dan jauhkan hawa nafsu. ngunu lho mas?!
umur NU itu baru puluhan taun, sedang mereka orang2 salaf *( sahabat, taibiin para imam2 itu dah ribuan taun, jadi gak usah kemaki mau mbantah mereka, ora ono sak kuku irenge sampeyan ! gitu aja kok repot….
Abu Salafy:
Shadaqallahul Adzim. Wakadzabal mudda’un. (maha benar Allah dan bohonglah para pengklaim.)
perbedaan kyai NU sekarang dengan yang dulu itu jauh…seperti timur dan barat
kyai NU sekarang banyak yang ngawur banyak kena fitnah nyleneh dan edan kabeh…( sory mas kenyataan ini )
saya dah menyatakan keluar dari firqoh Nu dan kembali pada ahlussunnah sebenarnya.
alhamdulillah dalam kurun waktu 2 taon keluarga saya, teman2 saya, tetangga2 saya yang dulu fanatik berat NU, kini dah mengikuti jejak ahlussunnah yang sebenarnya… bahkan kalo saya itung2 mereka lebih dari 115 orang, jadi kalo kami istiqomah mendakwahkan ahlussunnah ( salafy ) 10 taon yang akan datang insya Alloh anda2 ini juga akan diberi hidayah tersebut. saya dulu juga ngeyel seperti mas2 Nu yang diatas bahkan saya sempat beradu fisik sama salafy ( saya yang mukul duluan ), tapi malah duluan dapat hidayah…alhamdulillah moga mas2 ini dapat hidayah, kalo gak sekarang ya besok, kalo gak besok ya besoknya lagi dan lagi, kalo belum ya anak cucunya…
dahwah salafy itu santai mas…tapi pasti
meskipun semua benci gak masalahsing penting istiqomah….. anjing menggonggong kafilah berlalu
ngunu ae yo cak !!!!
wassalamu’alaikum wr wb
Abu salafy:
Mereka yang mengaku-ngaku salafi sangat berbeda dengan para Salafush Sholeh (para sahabat, Tabi’in dan tabi’u Tabi’in) Salafy sekarang sangat toleransi dengan kaum Kuffar (AS, ISRAIL & SEKUTU MEREKA) tapi tegas dan bringas terhadap sesama Muslimin, kebalikan sifat para Salafush Sholeh dulu, Asyiddaau alal kaafiriin ruhamaau bainahum.
Sepertinya sampean masih kalah mas dengan para MISIONARIS KRTISTEN mereka sudah mengkristenkan jutaan saudara-saudara kalian, tapi sampean bangga bahkan dengan mengatakan :kalo saya itung2 mereka lebih dari 115 orang,
Hey.. Sulton bekas (Penghianat) NU kalao kamu mau hengkang dari NU terserah itu hak dan urusan kamu, tapi jangan jelek-jelekan kami. Kami adalah generasi NU yang selain taat pada ulama (kyai)juga memakai otak sebagai sarana mencari pengetahuan terutama agama. Kami generasi NU mempunyai sikap toleran pada perbedaan sekaligus mencoba memahami persamaannya.
Janganlah asal berbicara / menulis tapi pikirlah terlebih dahulu. Jawablah masalah atau topik ini dengan argumen yang kuat dan benar bila kamu merasa dijalan yang benar, jika tidak maka sebenarnya kamu malah terjerumus kepada keindahan jurang ke jahilan yang parah.
Jangan ngelantur lagi yaa…
Sepengetahuan yg saya alami ketika mereka yg melakukan tahil isinya bacaan Alquran trus ada tahlil tasbih tahmid dan akhirnya mereka berdoa dg kata2 diantara doanya ada kata2 seperti ini
اللهم اهد ثواب ما قرأناه من القرآن العظيم ومن قول لاإله إلا الله وما سبحنا من قول سبحان الله…إلخ
yg maksudnya memohon (berdoa) agar pahala bacaan2 tersebut di berikan kepada mayit.
Bukankah Allah berfirman
أدعوني استجب لكم
وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداعي
Memang masalah tahlil maulid talqin, ziarah qubur azan kedua sebelum khotbah jumat,rakaat tarawih,qunut diwaktu solat subuh dll adalah masalah khilafiyah,kita semua beradu argumen di forum ini untuk mengetahui dasar kenapa golongan A menolak dan golongan B menerima,kenapa golongan A mengharamkan dan golongan B membolehkan,alangkah indahnya bila kita saling menghargai dan memaklumi masing2 pendapat,karena perbedaan di dalam islam sudah terjadi semenjak rasulullah masih hidup,lihatlah bagaimana mereka ribut ketika rasul sedang sakit sehinga nabi bilang
قوموا عني
dan ketika wafatnya nabi mereka ribut masalah kepemimpinan umat setelah nabi padahal jasad nabi belum di kubur.
Ketika khalifah abu bakar ra dan khalifah umar rd berbeda pendapat tentang memerangi mereka yang dianggap murtad dan masih banyak lagi khususnya ketika Ali menjadi pimpinan kaum muslimin kita bisa baca para sahabat rasul yg mulia saling membawa pasukan dan saling bunuh padahal mereka semua tahu hadis nabi yg berbunya
القاتل والمقتول في النار
atau perbedaan pendapat mereka tentang hadis
عمار تقتله فئة باغية
setahu saya nu itu ahlu bid’ah kena batunya gimana ternyata imam syafi’i seorang salafusholih sendiri melarang tawassul pada orang mati “bukankah hal itu sering dilakukan orang nu”. imam wahabi adalah seorang imam yang benar-benar menghargai,menghormati pendapat 4 imam besar. apa yang diutarakan di atas sebagian besar adalah fitnah! cek fanatike karo nu. arek salafy fardhu ain fanatik terhadap islam yang berlandaskan qur’an dan sunnah.padahal kita berpendapat ziarah kubur itu sunnah namun jangan pake tawassul cukup di doakan secara biasa jangan ditentukan hari2nya seperti kebiasaan wong nu di hubungkan dengan kemis legi “yang kenal kemis legi itu cuman orang jawa dan itung2an jawa itu khurafat warisan hindu budha” acara selamatan 7-1000 harinya itu itu juga akulturasi dari hindu budha kenapa wali songo dulu berbuat demikian tidak lain hanyalah untuk memudahkan da’wahnya saja karena pada saat itu orang jawa belum mengenal islam yang sebenarnya,kami tidak pernah mencela justru mendoakan semoga allah merahmati beliau2 yang telah menyebarkan islam . di yaman banyak juga yang madzhad imam syafi’i tetapi kok ndak ada selamtan yaaaaaa! justru salafy yang benar2 sependapat dengan imam syafi’i,hambali,hanafi, maliki,ahmad,dan juga wahabi mereka adalah ulama2 ahlu sunnah yang benar2 mengikuti qur’an dan sunnah tidak sedikitpun aku dapati perbendaan pendapat dalam hal aqidah namun ada sedikit perbedaan dalam hal fiqih namun menghargai pendapat beliau.kok bisa2nya memfitnah dengan perkataan bahwa salafi membid’ahkan ilmu nahwu shorof dan fiqih , justru kita diwajibakn mempelajarinya secara mendetail. toh tidak salahnya belajar bahasa arab dengan orang yang bukan salaf contohnya punya guru bahasa arab nu, yah tetap harus kita hormati. tidak seperti nu angger serang ae liaten kaya’ waktu mbela gus dur yang sekuler itu,ketika akan dilengserkan. padahal kita pun dperbolehkan berjamaah dengan muslim yang lain tidak mengapa berbedap pendapat maslah fiqih yang penting aqidahnya satu. terus ada fitnah lagi terhadap salafy tentang tahlil, perlu diingat anak salafy sampai kapankun menyatakan kalimat tahlil adalah haq namun jika dihubungkan dengan selamatan itu tidak pernah dicontohkan. sekarang aku tanya kepada anda semua yang fanatik pooool dengan nu apakah adalah ada dalil yang secara jelas bahwa rasul dan sahabat khulafaurrosyidin mempraktekanya (selamatan)? padahal sudah jelas acara selamatan diadakan pada waktu era walisongo sedangkan berapa abad jarakny dengan jaman rasul saw. bid’ah yang sering dilakukan oleh orang nu yaitu tawassul pada orang mati (sesuai pendapt imam syafi’i),selamatan warisan hindu budha,pake bedug,pujian setelah adzan padahal hal itu tidak ada dasarnya. kalo komentar harus pake dasar yang kuat apakah pernah diamalkan rasul dan para sahabat bahkan para imam sekalipun bukanya sebatas kiasan.
___________
-Abu Salafy-
ternyata imam syafi’i seorang salafusholih sendiri melarang tawassul pada orang mati dimana kami bisa dapatkan komentar itu?
Kamu mengaku bahwa imam wahabi adalah seorang imam yang benar-benar menghargai, menghormati pendapat 4 imam besar. Gimana kami bisa membuktikannya?
pak, tentang bid’ah dan sunnah, sepertinya kamu perlu meluruskan pandangan kamu, sebab tidak semua yang tidak dipraktikkan Nabi itu haram hukmunya dilakukan! selama ia tidak bertentangan dengan dasar sunnah beliau!
Setahu kami warga NU yang tahlilan 3,7 100 hari itu tidak ada yang meyakini bahwa terkait dengan bilangan hari itu adalah sunnah apalagi wajib! Jadi dimana letak kesalahan atau bid’ah mereka itu?
Soal tawassul yang kamu katakan bid’ah itu hak kamu. Tapi kamu tidak berhak melarang orang yang memiliki dalil bahwa itu bukan bid’ah untuk melakukannya. Jangan jadikan keterbatasan ilmu kamu sebagai barometer kebenaran!
Kami tidak akan membela orang yang salah, siapaun dia! Yang salah harus dibilang salah!
Pak, katanya Salafy itu berpegang dengan Qur’an dan Sunnah Nabi, kok sekarang membawa-bawa Khulafaurrasyidun! Apa dalilnya pak? bukankah selain Qur’an dan Sunnah itu sesat?
ternyat imam syafi’i rahimahullah adalah salafussholih jadi salafy juga toh! alhamdulillah.
Abu Salafy:
sama merk tapi lain mutu.
mas kalo sampeyan ngomong dipikir dan tunjukkan data2 mas? salafy sekarang memang beda dengan salafushalih (sahabat ) tapi hanya dalam sekedar kesempurnaan amal dan nilai amal, tapi ilmu dan itikadnya sama..manhajnya sama.
emang kalian gak tahu kalo kita memerangi orang kafir? ” DI AMBON SIAPA YANG BIKIN LASKAR JIHAD ? APA MEREKA NU?” DI POSO ORANG2 NU DIBANTAI SIAPA YANG MEMBELA MEREKA DAN MENYERANG BALIK SEHINGGA ORANG2 NU BANYAK YANG SELAMAT”
SIAPA MEREKA MAS ? MEREKALAH SALAFIYUN JADI SAMPEYAN SALAH BESAR JIKA BILANG KITA KERJA SAMA SAMA ORG KAFIR, KALIAN ITU YANG MESRA SAMA ORANG KAFIR….
AMBON BERGOLAK GUS DUR “BILANG BIARIN AJA NANTI BERHENTI SENDIRI” APA ITU LOYALITAS ORANG NU PADA ISLAM ?
JAWAB MAS…!!!!!!!
_____________
-Abu Salafy-
Mas, dedengkot kalian di Arab sana itu orang-orang Salafy nggak? Kok mereka mesra dengan kaum Kafir?!
Pembentuk Laskar JIHAD sekarang dianggap murtad dari manhaj Salafiyah, apa pendapat anda?
Mas saya nasihati ya, kalau tidak tahu tentang cengkreannya para Salaf (sahabat dan tabi’in) jangan ngomong. mereka saling berperang, apa itu artinya tapi ilmu dan itikadnya sama..manhajnya seperti kata anda?
Apa itu hanya tapi hanya dalam sekedar kesempurnaan amal dan nilai amal?
Mas kami hargai semangat anda dalam agama, tapi coba anda barengi dengan menambah ilmu biar tidak selalu merasa sudah berjuang demi Islam.
saya 3 tahun di ambon garda depan yang setiap hari hanya istirahat 2 jam, sering perang…kamu siapa ? perang ama lalat aja berkeluh kesah dah sombong…?
disana orang2 kafir banyak menyerang umat islam indonesia termasuk NU juga diserang, kalian ongkang2 wiridan nylenuk…!
kalian itu cuma omong kosong…!!!
___________________________
-Abu Salafy menjawab-
mas Sulthon apa pernah baca kisah seorang yang berjuang dengan gigih di zaman Nabi saw. sampai-sampai para sahabat memujinya di hadapan Nabi saw tapi kata Nabi saw dia tempatnya di neraka. eh ternyata ia berperang bukan demi Allah fi Sabilillah.
Pejuang sejati tidak ada yang gembar-gembor: saya sudah berjuang di ambon 3 tahun. Yang ikhlash kalau berbuat, jangan karena ingin dipuji. untung sampean ndak jadi mati, sehingga masih berkesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki niat seluruh amal yang akan datang nanti.
orang2 NU di ambon mereka banyak yang stress…! dan justru menjadi bulan2an orang kafir, mereka banyak juga yang murtad karena takut, untung itu dibolehkan dalam islam utk bohong…tapi setidaknya kalian angkat bicara jangan hanya pencundang !
sampeyan orang mana mari kita ketemu dan dialog dengan kitab2 NU mari silahkan ?
saya tunjukan pada kamu isi kitab2 itu
___________________
Abu Salafy menjawab:
Sepertinya sampean ini sangat pandai dan menguasai kitab-kitab NU. kalau saya boleh tau kitab NU mana yang sudah anda kaji?
siapa yang berjuang di afghanistan, palestin, bosnia apa orang NU ?
mereka gak ada yang kesana ?
omongan sampeyan mbalik kepada sampeyan dewe mas..!! ati2
AMERIKA, ISRAEL SIAPA YANG MEMERANGI DI IRAK ?
APA ORANG NU?
KALIAN ITU WONG KAKEYAN OMONG ORA ISI…MALU SAYA MAS KALO JADI SAMPEYAN
____________________
-Abu Salafy-
Mas siapa yang memberi tempat istimewa di Arab saudi buat tentara AS, NU apa Salafiyun alias Wahhabiyyun bentukan Kaum Penjajah!
Mas, anda tidak usah mengelak, bahwa sejak awal terbentuknya tentara Ibnu Saud dan Ibnu Abdil Wahhab, yang mereka perangi hanya kaum Muslimin. Mereka menyerang Kota Suci Mekkah dan membantai kaum sipil… mereka menyerbu Irak saat itu, yang dibantai juga kaum Muslimin!! Sekarangpun yang membantai orang-orang sipil dengan bom-bom bunuh diri adalah kader-kader Salafy. Kalau memang mau berjuang di jalan Allah, serang ISAREL, bukan bermesraan dengan AS dan Anjing piaraannya Zionis.
Mas kaum Wahhabi alias Salafy yang melancong di musim panas hanya menghambur-hamburkan reyal mereka di club-club malam di berbagai kota besar EROPA dan ASIA.
Mas Kalau mau jujur yang memarangi Israel itu Ahlusunnah (HAMAS) dan Syi’ah (HIZBULLAH), Wahhabi hanya sibuk ngafirkan kaum Muslimin tok!
SIAPA YANG MENGHANCURKAN HUJJAH ORANG KAFIR EROPA…? APA ORANG NU ? DIA AHMEED DEEDAT, SEHINGGA BANYAK ORANG KAFIR MASUK ISLAM DAN ORANG KAFIR KALANG KABUT KARENA SELALU KALAH DALAM SETIAP DIALOG PUBLIK, DIA BUKAN ORANG NU MAS…
Abu Salafy:
Mas, mbok malu dikit! jangan ngaku-ngaku sesuatu tanpa dasar. malu mas.
JADI OMONGAN KALIAN YANG NUDUH KAMI BEKERJASAMA DENGAN AMERIKA, ISRAEL ITU DUSTA DAN GAK BISA DITERIMA, BAIK KENYATAAN APALAGI ILMU….
TOBATLAH SELAMA MASIH ADA WAKTU MAS…MONGGO
Abu Salafy:
Tidak ada gunanya menutupi matahari.
Assalamualaikum W, W,
Mas pernah bahas kitab kuning (Durotun Nasihin) sampe bener bener tuntas ga?
terutama tentang tahlilan.
coba deh, buka halaman belakangnya.
ternyata dithakhrijkan kalo hadist2 tersebut batil, dhoif, sanadnya majhul(kacau).
coba deh,, saya minta tolong mas,,
mas mau kan nolong sesama muslim..
_______________
-Abu Salafy-
Dalil-dalil sahnya tahlil dan sampainya pahala bacaan yang kita hadiahkan untuk si mayyit tidak terbatas dalam kitab Durratun nashihin saja mas.
Coba kamu baca kitab ar Ruh karya Ibnu Qayyim (panutan Wahhabi), kamu akan dapatkan banyak hadis shahih yang menegaskan sampainya pahala amalan yang dilakukan orang hidup untuk orang mati. Ibnu taimiyah juga membenarkan! Jadi Wahhabi ini sebenarnya mau nggak sih mengikuti Ibnu taimiyah?!
Hmmm….
Semoga Allah memberikan hidayah kepada anda agar anda bertaubat dan menetapi Al-Haq atau semoga Allah menghukum anda atas segala dusta dan keberanian berbicara atas dasar bingung ini.
Abu Salafy yang terhormat, ada satau pertanyaan dari saya :
Sebenarnya Anda ini pengikut JIL (Jaringan Islam Liberalis), Sufi, NU, Syi’ah, atau bahkan Komunis….?
itu saja pertanyaan dari saya….
_____________
-Abu Salafy-
baru saja anda mengecam kami eh mendadak mengatakan Abu Salafy yang terhormat kalau kami orang jahat ya jangan dipanggil yang terhormat.
Kami muslim. (titik)
mau tau sholawat yg shohih
hadist abdurrahman bin abu laila(h.r bukhari-muslim)
yang maknanya..kami (shahabat) pernah bertanya pada rasululloh, bagaimana cra bersholawat pada beliau..jawab nabi..”UCAPKANLAH OLEH KALIAN” (Alloohumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibrohim, innaka hamiidum majiid. alloohumma baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad..
(pada riyadhush shalihin)
Abu Salafy:
Tapi kenapa banyak kalangan wahhabi tidak konsisten dengan shighat shalawat itu?
katanya kitab Durotun Nasihin di takhrij oleh DR. Lutfi Fathullah dosen UIN Jakarta sebagai bahan disertasinya di Jordan. Coba tengok.. gua sendiri kaga knal
_____________
-Abu Salafy-
Trus kenapa? Apa kamu anggap dalil-dalil Ahlusunnah hanya ada di kitab itu saja?!
keren euy:)
orang “berilmu sedang berdebat” gimana kalau diadaain diskusi debat terbuka aja, biar keren gtu lho
jika kalian berselisih faham ikutilah ahluts tsughur
Abu Salafy:
Debat terbuka di sini aja.
siapa bilang ikut pendapat khalifah yg 4 tu sma skali ditolak (slama riwayatny tdak bertentangan dgn hadist shahih)
salah satu contoh aja ucapan nabi “jika engkau tidak menjumpai q lgi, dtanglah pda abu bakar” shahi bukhari
anda blang nu ndak meyakini bhwa bilangan 1-7, 40, 1000 bkan sunah, trus knapa ttap dilakukan di hari2 tersebut…
Abu salafy:
kalau Alqur’an dan Sunnah nabi sudah cukup mestinya tidak usah repot-repot mencari dari selainnya, siapapun dia!
tentang hadis yang kamu bawa apa bisa anda buktikan keshahihannya?
siapa yang bilang baca di hari ke 1-7, 40, 1000 itu diyakini sunnah? itu kan bodoh-bodohan atau kebodohannya Salafiyun saja dalam menyikapi masalah biar berpeluang untuk menfitnah! Cara licik mas!
eee, romadon-romadon kok berantem. Buat temen2 salaf, ngapain seh, diperhatiin. Gak usah dianggep ati. Namanya juga orang nggak tau. Buat Abu Salafy, koen iku gak usyah ngelok2 no wong liyo. Delok en dewe pondokmu kuwi, Pondok Salafiyah Hidayatul Mubtadiin. Pondok Lirboyo. Pondok e wong NU mas. Dimana disitu dulu bertahta Gus Ma’sum. Rambuto dowo gak tedas dibacok.
) Liat tu, di gedung S, buanyak santri yang sholat subuhnya setelah matahari keliatan. Kalo pondok pusat NU aja kayak gitu, udah ketahuan deh, kualitas orang NU. (Saya mantan NU soale, pernah nyantri di Lirboyo) Buat mas-mas yang ada disini, kalo mau silahkan nyamar masuk lirboyo untuk membuktikan omongan saya, caranya gampang, tinggal pake kopyah item plus sarungan. Santri disono banyak, ente semua masuk nggak ada yang merduliin. Nginep disitu sampe subuh. Liat, betapa banyak anak calon kiyai yang solat subuhnya kesiangan.
) Oya, alamat lirboyo tu di Kediri Kodia, Jatim, ente semua masuk kediri, tanya lirboyo, semua orang pada tahu. Ane juga pernah ke pondok HM Ceria lirboyo, eee yang bangunya kesiangan, solat subuh setelah matahari terbit malah pengurusnya
) jadi wajar kalo NU itu perlu dikoreksi. Santrinya lebih takut kiai daripada Allah.
______________
-Abu Salafy-
kata riwayat kaum Salafy, Nabi juga pernah kesiangan shalat subuh! Gimana menurut anda mas?
kalau soal tidak shalat subuh karena ketelatan bangun sih masalah yang banyak contohnya juga di masyarakat Salafy, khususnya di sarang angker Salafy (Kerajaan Arab Saudi).
Sikap anda terhadap warga Nu mengingatkan kami kepada sikap sebagian orang Islam yang murtad terus masuk agama lain setelahnya eh menjelak-jelakan kaum muslimin, termasuk dengan mengada-ngada kepalsuan.
oya, jangan sampai solat di mesjid lirboyo dalam, soale di depan masjidnya ada makam kiyai. tempat santri2 menyembah kuburan kiyainya.
Abu salafy:
Qad badatil bagh’o'u min afwaahihm wamaa tukhfi shuduuruhum akbar.
dasar gemblung. tu mah dalil untuk orang yahudi. ali imron 118. emang lo kira gue gak tau apa? beginilah orang NU, suka meletakkan ayat tidak pada tempatnya. sepotong-potong lagi. Dalil yang pantas dipegang orang NU (dengan pemahaman yang salah tentunya) tuh..
Wa saari’uu ila maghfirotim mirrobikum wa jannatin ardhuhaas samaawaati … ila akhir (ali imron juga)
Makanya, orang NU kalo solat tarawih kayak kilat.
lagian, lo salah bilang ‘Qad badatil bagh’o’u min afwaahihm wamaa tukhfi shuduuruhum akbar.’ baghdooo u ‘, bukan bagho’u.. ati-ati mas kalo nyuplik ayat. Udah salah, Pe-De lagi. Dasar! (gak ada yang seperti ini kecuali orang NU). Bodoh sih boleh, tapi jangan kebodohan itu diborong semuaaa.., yang lain nggak dibagiin.
_______________
-Abu Salafy-
Salam pak Abu.
Silahkan anda tuangkan kemarahan anda kepada Ahlusunnah, nanti kan bakal ketauan siapa yang Udah salah, Pe-De lagi. Dasar! (gak ada yang seperti ini kecuali orang NU).
males……Debat manusia2 tanpa ilmu klop dech
saya sedang browsing internet karena tertarik mengenai Islam dan ajaran-ajarannya, kemudian saya menemukan web ini.
Kemudian saya berpikir, seandainya kalian sudah begini sejak dulu saya rasa kami tidak perlu mengorbankan banyak tentara kami untuk mati di perang salib. Kalian sudah berperang sendiri, kami tinggal mendukung salah satu dari kalian …
menurut pengamatan saya, kalian terlalu chauvinist .. saya tidak tahu kenapa.Saya sadar di agama saya juga begitu, itulah sebabnya saya sedang mencari yang lebih baik yang akan menenangkan hati saya, pikiran saya. Tapi kenapa sama saja ? saya benar-benar tidak mengerti.
Apakah saya mencari di tempat yang salah ? atau saya bertemu dengan orang yang salah ? Saya sudah membaca buku-buku Karen Amstrong, Maurice deBucaille, Ahmad Deedat dan orang orang yang memandang Islam tidak se chauvinist anda semuanya .. saya juga sudah membaca buku buku Fiqh, terjemahan AlQur’an.
Tapi yang saya temukan disini benar-benar berbeda, dari semua komentar yang saya baca, baik comment maupun counterbalance nya semua dilandasi emosi dan pemikiran yang sepihak, such a shallow understanding, logika-logika dangkal yang sama seperti dilakukan pendeta-pendeta saya.
Maaf .. yang saya lihat disini semua bukan Islam yang saya baru saja kenal.
____________
-Abu Salafy-
Benar, anda mungkin salah masuk, blog ini memang untuk meluruskan pemahaman Islam yang salah yang selalu menganggap sesat orang lain. Biar orang-orang seperti anda tidak terjebak dalam islam yang tidak islami yang mengaku paling islam. carilah Islam dari Alqur’an dan Sunnah Nabi saw. dan jangan sekali-kali menjadikan orang-orang Islam sebagai cermin ajaran mereka! banyak yang sudah tidak sesuai dengan ajaran mulianya.
Allah menakdirkan kita berbeda2, bukan sj dalam fisik tapi juga dalam pemahaman. inilah doa nabi yg ditolak: jangan jadikan umatku berselisih paham.
Allah sengaja itu sbgai ujian. jauhi berdebat itu akan melemahkan kita. kerahiman sesama muslim indah, adapun perbedaan itu masing2 dibuka di hari kiamat.
..dan pada hari kiamatlah akan diputuskan apa yg kalian perselisihkan..
atau
..Dia yg lebih mengetahui siapa yg tersesat dan siapa yg ditunjuki..
atau
.. dan bersabarlah terhdp apa yg mereka katakan..
atau
..sesungguhnya yg membeci kamu itulah yg akan binasa..
kalau harakah kita dihina sabar, zikir, istigfar, jgn melawan apalgi kalau yg menghina org islam. doakan smg dia dpt hidayah. jgn membalas. sebaliknya hadihi dgn senyum, beri minyak wangi, alquran kecil, atau makanan minuman.mudah2an Allah merahmati.
kalau kita dijelekkan, terutama oleh kaum muslimin, biarkan sj. ini semua akan membuat Allah berpihak ke yang sabar. kalau kita gak diuji dgn ini lantas dengan apa kita diuji agar kita memperoleh pahala kesabaran? kematian anggota keluarga, bencana, ?
bersyukurlah masih bisa belajar sabar, betapa banyak org gak kuat tahan emosi.
coba renungkan sikap kita terdahulu yg menampakkan kesaabaran dan coba seandainya kita gak sabar wkt itu. alangkah banyak hikmah diperoleh dari sikap sabar.
Abu salafy:
Bersabar menghadapi para pencaci adalah baik dan terpuji. demikian juga bersabar dan tidak gegabah menuduh sesama umat Islam dengan tuduhan-tuduhan palsu (bid’ah apalagi syirik dan kufur) adalah perbuatan terpuji bahkkan wajib hukumnya.
kami Ahlusunnah akan bersabar mengahadapi vonis-vonis sinis kaum Wahhabi dengan tetap berpegang teguh dengan kebenaran dan membelanya dengan dalil dan berdakwah billati hiya ahsan.
Mr.Abu Salafy…
Saya gak nyangka…. saya pikir anda dari golongan orang salaf…ternyata saya keliru…
Saya sih bukan dari mana2, kan udah tau siapa saya di postingan yang lain… atau saya salinkan kembali postingan saya untuk “Guru” anda Mr.Sastro di blog salafyindonesia.wordpress.com, biar jadi perenungan saudara yang keliatannya bingung dan panik (KALAP?).
Ini posting yang saya maksud;
Assalamualaikum WR.WB.
Saya heran nih, apa sih Wahaby, Salafy, Maliki, Hambali, Syafi’i…. dst…dst…. Makanya, kalau jadi orang ISLAm, jangan jadi ISLAM KATANYA… Kata kiayi anu, kata ustad anu…. bahkan kata imam anu….
Boleh2 aja anda bermahzab atau mendengarkan ceramah atau membaca buku2 mereka… Tetapi anda harus ingat, bahwa ISLAM adalah agama untuk orang yang berfikir…. Jadi ISLAM memberikan kesempatan yang seluas-luas bagi manusia untuk belajar.
Jadi, kalau ada orang ISLAM yang melakukan seperti ;
“…. obyek-obyek tertentu seperti bersimpuh di hadapan makam mulia Rasul sebagai rasa cinta dan penghormatan, mencium mimbar Rasul untuk bertabarruk (mencari berkah), bertawassul kepada Allah melalui para nabi, rasul dan
kekasih (wali) Allah dst, sementara di hati mereka……”…
SARAN SAYA : Tolong kaji lagi Az-Zumar ayat 3.
Saya setuju dengan saudara ijay Says:
April 13th, 2007 at 3:14
“penghormatan memang bukanlah penyembahan, akan tetapi menganggap makhluk yang sudah dapat memberi manfaat dan mudhorot, maka itu adalah sebuah kesyirikan. apa bedanya dengan orang-orang sebelum islam hadir. ketika mereka diminta untuk memurnikan tauhid kepada Alloh maka mereka berdalih bahwa kami tidak meminta pada berhala, kami hanya meminta pada Alloh dengan perantara mereka. Alloh tidak perlu perantara.”
Dalam hubungan antar manusia dengan Sang Khalik, yang berhak punya perantara itu hanya Allah, yakni para Rasul..sebagai perantaraNYA.
Kita sebagai makhlukNYA, tidak pantas punya perantara untuk berhubungan dengan Allah SWT. Kalau mau berdoa, langsung saja kepada Allah, dan itu adalah sudah final, sesuai dengan Qur’an. Hal ini juga sekaligus memberangus
para umat yang punya kebiasaan MENGIRIM/MENGHADIAHKAN DOA… biasanya mereka mengirim/menghadiahkan Al-Fatihah. Prilaku ini lebih KURANG AJAR lagi, karena telah berani menganggap ALLAH sebagai perantaranya untuk menyampaikan Al-Fatihah yang dia baca kepada orang yang dia maksudkan.
Dari segi bahasa saja sudah salah, yakni “mengirim do’a”, apakah anda menganggap Allah sebagai KURIR anda?. Astagfirullah…..Ngaji lagi MAS…!!!
Mari saya buatkan analogi tentang mengirim do’a Al-Fatihah, baik kepada yang masih hidup, teristimewa kepada yang sudah mati. Begini…:
Syahdan kita hidup di sebuah negeri kerajaan, yang mana orangtua atau kerabat kita karena melakukan kesalahan, sehingga dihukum dan sedang dipenjara di penjara istana raja. Pada suatu hari, kita datang menghadap raja dengan
membawa SURAT PENGANTAR yang isinya kira2 sebagai berikut;
“…Wahai Paduka Raja yang mulia, bijaksana dan yang menguasai/mempunyai kekuasaan atas negara ini…. tempat kami para rakyat mengadu, berlindung dan meminta tolong…. perkenalkan saya salah satu rakyatmu untuk masuk dan menikmati indahnya kebun Paduka Raja… Perkenankanlah wahai Paduka….”.
Dengan bunyi “Surat Pengantar” tersebut, tentu saja sang Raja mengijinkan, selama orang yang meminta tersebut adalah dikenal sebagai orang yang taat dan baik di negara tsb.
Sekarang pertanyaannya, apakah sang raja tahu bahwa maksud orang itu datang ke istananya sebenarnya adalah ingin membebaskan orang tua atau kerabat yang ditahan di penjara istana?.
Jangan berkilah bahwa analogi ini tidak bisa disamakan, karena Allah Maha Tahu akan segala permintaan umatNYA. Apalagi anda bilang, bahwa Al-Fatihah adalah Pendahuluan, Ummul/Induknya Al-Qur’an. Semua juga sudah tahu. Kalau begitu, saya kasih pertanyaan…. Pada setiap buku yang dicetak, biasanya ada PENDAHULUAN, yang mana isinya menjelaskan secara global tentang isi buku…katakanlah sebuah buku mengenai hukum. Karena PENDAHULUAN isinya hanya secara global, tentu saja kalau ada orang yang mau memakai salah satu hukum yang ada di buku itu, dia harus membuka bukunya…. lihat daftar isi….lalu cari bab…dan terus pasalnya…. begitu kan semestinya..?. Kalau gak begitu kan lucu, nanti ada maling…cukup bacain PENDAHULUAN… masuk bui, ada orang mau nikah… cukup bacain PENDAHULUAN..trus nikah… Apa begitu anda2 ini memahami Al-Qur’an…Kasian sekali kalian…. semoga Allah segera membukakan pintu Hidayah yang se-lebar2nya buat kita semua. Amin. Wassalam.
_____________
-Abu Salafy-
Salam bang Ule,
Singkat saja kami akan menanggapi komentar saudara yang panjang lebar tersebut.
Apakah terlarang seorang yang berdosa, misalnya, meminta agar Rasulullah saw. memintakan ampunan kepada Allah SWT? dengan alasan bahwa Kita sebagai makhlukNYA, tidak pantas punya perantara untuk berhubungan dengan Allah SWT. Kalau mau berdoa, langsung saja kepada Allah, dan itu adalah sudah final, sesuai dengan Qur’an. seperti anda katakan!
kedua: Kami berharap saudara mau memperhatikan dalil-dalil dan alasan mereka yang mengatakan bahwa pahala bacaan Alqur’an yang mereka hadiahkan kepada si mayyit akan disampaikan dan diperuntukkan baginya oleh Allah, dengan tanpa mengurangi pahala si pembaca!
Dan bukan cuma itu saja, para ulama membahas panjang lebar tentang amalan-amalan jenis apa saja yang bisa dihadiahkan pahalanya kepada si mayyit!
Setelah memperhatikan dalil-dalil naqliyah mereka, kami persilahkan anda berkomentar. Kami persilahkan Anda menelaah kitab ar-Ruh karya Ibnu Qayyim mungkin bisa membantu anda.
Adapun tentang ayat 3 surah az Zumar ada poin yang sering diabaikan oleh sementara teman-teman Wahhabi/Salafy ketika menyamakan antara mereka yang berdoa dengan perantaraan seorang Nabi saw. atau wali misalnya dengan kaum Musyrikin… poin itu ialah bahwa kaum Musyrikin seperti ditegaskan dalam ayat tersebut menyatakan : Bahwa kami tidak menyembah (sesembahan selain Allah itu) kecuali agar mereka mendekatkan kami kepada Allah…. sementara kaum Muslimin yang sedang mereka (Wahhabi/Salafy) hujat itu tidak menyembah para wali atau Nabi yang mereka jadikan perantara dalam berdoa! Ini poin penting bang!
ketiga: kata-kata saudara:akan tetapi menganggap makhluk yang sudah dapat memberi manfaat dan mudhorot, maka itu adalah sebuah kesyirikan itu tidak benar,atau kurang lengkap, mestinya anda menambahkan setelah kata memberi manfaat dan mudhorot dengan tanpa seizin Allah, sebab mayakini bahwa ada yang memberi manfaat atau madharrat dengan seizin Allah bukan saja bukan merupakan kemusyrikan akan tetapi justru inti pengesaan Allah!
Keempat: Saudara sepertinya sedang cari-cari alasan walaupun selemah rumah laba-laba, sebab kata-kata anda:
Dari segi bahasa saja sudah salah, yakni “mengirim do’a”, apakah anda menganggap Allah sebagai KURIR anda?. Astagfirullah…..Ngaji lagi MAS…!!! adalah bukti ketidak mengertian saudara akan masalah ini. mungkin uzur anda adalah karen anda mengambilnya dari kaum awam di kampung anda.
Saran saya kepada saudara-saudara Salafy/Wahhabi untuk bejalar agak mendalam konsep tauhid yang Qur’ani bukan hanya menelan mentah-mentah doktrin cupet Ibnu Abdil Wahhab! Maaf mungkin anda tidak berkenan dengan kata-kata kami.
Wassalam.
..Yang jelas Islam lebih dulu lahir dari pada NU, wahabie atau salafi
Kpd
Yth. Perwakilan Salafy seIndonesia
Aswb.
Sehububgan dengan banyaknya tulisan2, tuduhan2 dan statement saudara ada CD, MP3, buletin, serta pengajian2 yang sangat meresahkan warga NU. Saudara dengan sengaja memprovokasi Khilafiyah furu’iyah, dengan menuduh ahlul bid’ah, bodoh,dsb kepada mereka yang tidak sepaham dengan saudara. Sebagai pihak tertuduh, kami ingin saudara mempertanggungjawabkan tuduhan2 saudara sendiri, segera hubungi: 081336768255 (KH. Muhyiddin Abdushomad,Ketua PC NU Jember)
Kpd
Yth. Perwakilan Salafy seIndonesia
Aswb.
Sehububgan dengan banyaknya tulisan2, tuduhan2 dan statement saudara ada CD, MP3, buletin, serta pengajian2 yang sangat meresahkan warga NU. Saudara dengan sengaja memprovokasi Khilafiyah furu’iyah, dengan menuduh ahlul bid’ah, bodoh,dsb kepada mereka yang tidak sepaham dengan saudara. Sebagai pihak tertuduh, kami ingin saudara mempertanggungjawabkan tuduhan2 saudara. Marilah kita kaji bersama untuk membuktikan tuduhan2 saudara dalam : ” DIALOG NASIONAL TERBUKA NU vs SALAFY”. jika memang saudara termasuk orang2 yang bertanggung jawab terhadap ucapan2 saudara sendiri,segera hubungi: 081336768255 (KH. Muhyiddin Abdushomad,Ketua PC NU Jember)
wong bodho (saya)hanya bisa berkata:
“Kebathilan pasti akan dimusnahkan oleh yang haq, meskipun yang bathil itu saat ini berada dalam posisi yang kuat.”
orang bodhoh/ orang yang penuh bergelimang dengan dosa(saya) hanya dapat berdoa kepada Allah Yang Memberi Petunjuk kepada sebagian hamba-hambaNya “agar dirinya selalu berada di jalan yang lurus, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai, bukan pula jalannya orang yang sesat”.
komentaku di atas tak perlu ditanggapi, tapi jadikan sebagai bahan pertimbangan saja. demikian pula dengan komentarku ini.
“Sebaiknya kita hentikan perdebatan ini. Marilah bersama-sama kita bertemu di suatu tempat yang kita sepakati bersama untuk membahas dalil-dalil yang menjadikan perdebatan ini”.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua. Amin!
menurut kalian (para komentator dan abu salafy) “siapakah yang kalian maksudkan dengan ahli sunnah wal jamma’ah? Apakah NU saja? ataukah Wahabisme saja? Ataukah yang lainnya?” berikan alasannya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kalau menurutku mereka (ahli sunnah wal jama’ah)hanya terbatas pada “ahli(orang yang ‘alim dan mengamalkan) qur’an, ahli (orang yang memahami agama dengan benar) fiqih dan ahli (orang yang cerdas serta mengerti tentang ilmu) riwayah dan dirayah”BUKAN LAINNYA!!! Apakah anda setuju dengan pernyataan saya ini? berikan alasannya!!!
cekap semanten atur kawula menawi lepat kawula nyuwun pangapunten.
Abu salafy:
Ahlusunnah sebagai merk bukan monopoli siapa-siapa, akan tetapi adalah mereka yang benar-benar berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi yang Shahihah.
Wah terpaksa harus ngulang komentar lagi. habis gak dimuat.
Saya hanya mengikut salaf-salaf saya saja yang sudah terkenal kesholihannya, kewaraanya, kebenerannya, kealimannya, dan mati dalam husnul khotimah. Mereka adalah ulama-ulama pengikut Rasulullah dan para sahabat (definisi umum) wabil khusus mereka adalah para ulama asy’arie, maturidi, mazhab 4 dan Junaid Baghdadi. Yang meragukan konsep itu dan menredefinisi ulang hanyalah kaum yang tersesat lagi bid’ah.
Wassalam
saya mohon kepada pihak salafy jika memang seorang ksatria, buktikanlah!!! jangan hanya berani ngajari oranga-orang awam. kalo berani adakan dialog nasional dengan LBM NU Jember. katakan kepada ustad-ustad kalian, jangan hanya berdialog dengan orang-orang awam, dialog itu sama dengan ahlul ilmunya, pasti seru kan! nanti ketahuan siapa yang jahil, salafy atawa NU??
hadirkan ustad-ustad kelas nasional, semisal: Sewed, Hakim, dsb. jangan ustad2 kelas kabupaten/propinsi.
diJember salafy asuhan ust.Luqman Ba’abduh sudah minta maaf ke KH.Hamid Hasbullah didepan muspida Jember (data bisa diminta ke Bakesbang Jember). Suruh ust.Luqman Ba’abduh untuk silaturrahmi KH.Muhyidin Pengasuh Ponpes Nuris Jember. kita buktikan!!
wahai.. ustad-ustad salafy, yang harus dilakukan sekarang adalah dialog yang dapat mendudukkan mana yang haq & bathil. dialog seperti ini lebih merupakan pertarungan pemikiran (ash-shira al-fikri. sekarang mari kita wujudkan, saksikan, dan buktikan!!!
assalaamu alaikum.mau ikut2an komentar.apakah kita baca tahlil itu berdosa.apakah ada ayat alquran atau hadits rosul yang mengharamkan baca tahlil,tahmid dan takbir.apakah ada dalilnya yang mengharamkan baca wirid setelah selesai sholat itu bersama2/bersuara agak dikeraskan.apakah baca sholawat itu di haramkan.apakah baca laailaaha illalloh sehabis sholat itu ada dalil yang mengharamkannya, kepada antum2 and abu2 yang mengaku orang salafi.jangan sampai antum menjadi orang yang jahlun murokobah.atau belajar dulu ilmu tauhid hapalin sifat wajib/mustahil/jaiz bagi alloh.thank,s and best regads
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami senang untuk mendapatkan pandangan berimbang, mudah-mudahan kaum muslimin dapat mengambil manfaatnya. Sehingga kaum muslimin akan lebih terbiasa untuk saling terbuka dalam menyikapi sebuah perkara. Tidak merupakan pola yang tergesa-gesa memberikan penilaian tanpa adanya pandangan berimbang, sehingga kita kaum muslimin akan sangat mudah mendapatkan hal-hal yang kurang diinginkan di masa depan.
Terimakasih
Haitan Rachman
http://usahadawah.wordpress.com
http://haitanrachman.wordpress.com
Assalaamu’alaikum WrWb.
Kaum muslimin rohimakumullah, “SALAFY” telah menganggap dirinya yg masuk sorga sendiri, sampai2x kitab yg dipuji ulamapun disesatkan. Jamaah2x dakwah yg disesatkan salafy : IM, MMI, HT, JT, NU, Muhamadiyah, Persis, Al Irsyad, dll. Na’udzubillahi min dzalik. Anehnya ada faham ingkarus sunnah yg sangat benci salafy, kesimpulannya adalah salafy, ingkarus sunnah, JIL, dan aliran sesat yg lain boleh diperangi, oleh karena itu silahkan kalian dari LDII, Ingkarus Sunnah, Ahmadiyah, Syiah, Murjiah, Khawarij, JIL, salafy, dan aliran sesat diindonesia dan dunia, tafadhol kalian saling bunuh, karena yg menanglah yg akan eksis, daripada berantem mulut aja, mending bunuh2xan aja, dan tusuk pake pedang, cincang klo perlu bagi yg dianggap musuh buat kalian. Seruan buat Jamaah2x yg ingin mempererat ukhuwah islamiyah yaitu (IM, MMI, HT, JT, NU, Muhamadiyah, Persis, Al Irsyad, dll) Bersatulah kalian dalam aliran ahlussunnah yg hakiki. Bersatulah kalian, jangan memecah belah umat islam seperti yg dilakukan ingkarussunnah, salafy, JIL, dll. KALAU PERLU IM, MMI, HT, JT, NU, Muhamadiyah, Persis, Al Irsyad, dll BERSATU DAN BUNUH SAJA BAGI MEREKA YG MEMECAH BELAH UMAT. Allahu Akbar3x.
buat mas “Abu NU”
q mo tanya jawab dgn sejujur-jurunya ya mas..
wah katane mantan NU coz pernah nyantri di Lirboyo..
BENER MASS pernah nyantri????
satu saya santri Lirboyo cara ngomongnya gk kaya pean, mereka mah santun beradab..
ato Justru ke Lirboyo niatan mo ngadain debatan ma Santri2 disana TAPI ente KALAH DEBAT trus PULANG gitu..
jawaB JUJUR ya mass..
coz q punya temen yg pernah nyantri disana, klo emang dulu da beberapa orang masuk ke Lirboyo ya kayak ikut nyantri coz juga ikut mondok, tapi pas santri2 lg diskusi, ngaji agama tentang fikih ato bab agama laen ada santri baru laen yg suka menyangkal2 gitu tapi za itu tetep aja kalah coz dalilnya gk kuat, TRUSS dongkol KELUAR DACH dr Lirboyoo..
hayo sapa tuch yg KALAH DISKUSI trus dongkol KELUAR LIRBOYO????
mas Abu NU termsk bukan???
oh za masalah da santri klo subuh telat tu da beerapa ORANG mass dari total SANTRI Lirboyo yg Jumlahnya 9000an????
buat yg Laen bisa buka WEbsite Pesantren Lirboyo di http://www.lirboyo.com..semua bisa liat gambaran kegiatan pesantren kaya apa..
salam kenal juga buat mas sulthon bekas NU..
wah katane bisa men”salafy”kan saudara-saudaranya yg 150orang..
bisa nanti saya maen ke rumah mas, alamate dimana???
q tunggu jawabannya..
oh za ente bangga bgt dgn hal itu, klo yg 150 orang tu klo NUnya hanya ikut2an trus skrg ikut golongan ente tu mah biasa..wajarlah klo orang yg ilmunya kurang mudah dipengaruhi, maklum mas NU khan massanya da sekitar 40Juta, q pikir dr 40 juta gk semua juga ilmunya tinggi pasti da lah yg ilmuny msh rendah..
nah mas yg kayake sombong, q tantang ente, klo ente bisa ngrubah Pesantren NU (maksudnya pesantren yg bener2 berfaham aswaja) ngrubah para santri plus kyainya ikut faham sampeyan, q acUngi JEMPOL..
ente baru boleh berbangga..BRANI GAK MASSS????
jangan SAMpe q Denger crita yg buat ketawa Lagi: da Orang masuk Pesantren, misalnya Pesantren Lirboyo, niatnya pengen menDebat PARA SANtri tp kalah, DONGKOL PULANG dech..
mas hadi.
ente nantang2 juga ngapain? ente ikut2an sombong jadinya.
setel kendo aja. kita sama2 belajar islam kok.
asslamu’alaikum akhi fillah.
sesungguhnya saya sangat menyangkan apabila dalam forum debat ini terjadi pendiskriminasian terhadap salah satu mazhab, seperti wahabiah salafiah dan NU salafiah. ini akan menjadikan sebuah debat yang tidak sehat dan saling menjatuhkan.kita ingat negara2 timteng yang kini jatuh satu persatu ketangan orang2 yahudi, Irak misalnya terjadi perselisihan yang sangat tajam antara kamu Sunni dan Syi’ah, hingga mereka membiarkan negaranya jatuh kepeluakan zionis, palestina misalnya sudah separo lebih wilayanya kemakan Isra’l
ass, ana dah nggak tahu lagi harus bilang apa?
terserah antum deh, mau ngomong apa tentang islam?
mumet aku….!
astaghfirullah kok saling berkelahi sesama saudara, jangan jangan saudara abusalafy ini tukang pemecah ukhuwah islamiyah?dan jang respon tanggapan dia juga salah besar …shahadat sama cukup dah pererat tali saudara jangan saling lempar batu kalau belajar ilmu bukan untuk saling menjatuhkan ibn taimiyah NU,NA,NR,NH DLL DLL beliau berusaha memeberikan ilmu tsb untuk kita…kok ada aja jang tuduh beliau ngg karu karu an
wasssalam
masya ALLah……………….! saya heran. kenapa ya, orang orang Islam justru seneng pada berantam? Menurut saya, dan Insya Allah benar tur diridloi, yang penting bukan puas atau tidaknya kita setelah kita bisa ngalahin lawan diskusi kita. Kalaupun kita kebetulan tahu banyak tentang pengetahuan bidang agama seperti tafsir, hadits, usul fiqh, mushtolahulHadits, asbabunnuzul, mantiq, bayan, maani, nahwu, sorof, tajwid dan thetek bengek dan thethek bengek…………., maka Demi Allah saya berani bersumpah bahwa semua itu tidak pantas kita yakini sebagai sebuah Ilmu. Apalagi sampai dibangga banggakan bahkan untuk mencari kebenaran diri apalagi menyalahkan orang lain. Semua itu justru ujian berat bagi orang orang atau sampean sampean yang menyandang predikat ahli Ilmu (karena bukan ahli Ilmu yang sebenarnya), Seharusnya kita sadar dan menjaga Ilmu yang kita miliki yang telah sejak dulu ada dalam diri kita masing masing semenjak Allah menciptakan kita yaitu “FTHROH”. Ilmu yang asli dari Allah tersebut tidak akan pernah ada tandingannya sampai kapanpun. Apalagi cuma dibantah dengan komen komen kaya yang ada di blog ini. Lebih baik mari……….semua ikhwan,……. dari apa yang kita tahu dan mengerti tentang Islam baik itu Quran, Hadits dan sebagainya, kita gunakan untuk belajar mengkaji bagaimana kita menjadi manusia yang kembali Fithroh. yaitu kita tidak tahu apa apa selain hanya bisa menangis memohon diberi daya kekuatan dari Allah agar bisa bertahan sampai usia kita berakhir nanti, kita tetap dalam keadaan “FITHROH”.
Amiiiiiiiiin………………….
hai abu ngotot, kamu harus tau maksud ibnu taimiyah adalah membaca al-qur’an sendiri dan pahalanya dihadiahkan kpd si mayit..JADI BUKAN KUMPUL-KUMPUL NGAJI BARENG SAMA KYAI2 SESAT KAMU.. dgn dzikir harus seirama,tasbih seirama,dll harus seirama. ITU NAMANYA MADZAB KHOWARIJ. Ngerti tah sampeyan ikuuuu?????? BODOH AMBEK UMUR BALAPAN..
__________
-Abu Salafy-
Mas, kalau baca sendiri-sendiri boleh hukumnya lalu kenapa kalau bareng-bareng jadi sesat/bid’ah dan seperti khawarij?
Ciri Khawarij itu selalu galak menganggap sesat orang lain…. Jadi siapa sekarang yang mirip Khawarij?
assalamualaikum.
Pak Abu Salafi, maaf, boleh usul?
Maaf Banget sebelumnya,
Mau nggak isi website ini agak diperhalus bahasanya, dan sifatnya jangan provokatif, saya berusaha husnudzon bahwa maksud pak Abu salafi membuat web ini adalah untuk kebaikan, tapi bukankah celaan terhadap ulama adalah keburukan?
saya tahu, mungkinulama yang Pak Abu kritik terlihat sesat, tapi rasanya menyebarluaskan keburukan orang (andaikan Ibnu Taimiyah benar-benar buruk sekalipun) bukankah dilarang dalam agama kita. islam.
saya merasa, Pak Abu agak berlebihan dalam menghina ulama,
ssst…pak abu maaf lagi sebelumnya,
Zionis yahudi seneng lho kalo umat islam saling menghina diantara kita sendiri. mungkin mereka tertawa senang sekali saat kita saling menghina dan saling memusuhi.
mereka tidak perlu lagi meluncurkan pesawat tempur untuk menghancurkan kita, karena mereka yakin kita akan hancur sendiri nantinya…pak Abu Saya mohon…hentikan propaganda ini…walau pasti pak abu akan berkata “ini bukan propaganda”
Walaupun, mungkin niat Pak Abu bukan mnghina, tapi percaya deh pak, diamata orang islam yang awam, ataupun orang yang bener-bener awam agama, termasuk yang agama selain islam, jika melihat tulisan tulisan di web ini pasti akan berpendapat bahwa ada perang saudara sesama islam.
Pak Abu, saya yakin bapak akan menanggapi email saya dengan jawaban yang bapak anggap benar, semoga bukan pembenaran ya Pak,
karena jujur, saya sedih melihat sesama muslim menghancurkan dirinya sendiri…
Allah…Ampuni saya yang tidak bisa berbuat lebih jauh dari nasihat ini.
ichad >> yang merenung karena kondisi umat
saya mohon pak, saya yakin bapak adalah muslim yang bijaksana.
ichad imoet keinginan dan harapan anda agar umat islam bersatu bagus, tapi sikap anda nenjadi tidak adil dan kurang tepat, karena:
1. Bahasa yang dipakai abu salafy cukup sopan, tidak kasar, dan ngawur, bahkan bernalar kuat dan bisa memberi wawasan cukup.
2. Perhatikan juga obyek bahasan abu salafy dan kelompok yang dibahas: kaji kelayakannya apakah mereka pantas mendapat sikap dan perlakuan seperti itu, kadang satu noda atau kotoran harus digosok keras supaya luntur,
3. membuat citra perpecahan? saya kira anda terlalu mengada-ada. Abu salafy tidak memprovokasi adu jotos, buinuh membunuh, atau perkelahian. Abu salafy tidak mengadu 2 kekuatan yang sama2 besar dan kuat. Seberapa besar sih salafy wahaby di indonesia? saya kira bisa dihitung dengan jari. Justru jangan sampai kalau ada kesalahn dibiarkan membesar dan merusak
3. Himbauan saling menghargai, menjaga persatuan, bersikap lembut sesama umat islam, dan tidak menampilkan citra kelompok islam yang kaku, suka menyalahkan, mengkritik, dan menghujat lebih tepat anda tujukan pada kaum salafy wahaby
Buat Safiq, Berarti ente percaya tentang sampainya pahala kepada mayit gara2 ucapan Ibnu Taimiyah? Tapi mengingkari yg kumpul2?
lumayan lah, udah mulai percaya sampainya pahala ke mayit. Ntr lama2 kalau udah kehabisan dalil, pasti nrima juga amaliyah dzikir berjamaah/kumpul2.
Udah lah, biar ane Nunggu kebingungan orng2 ky ente Fiq…
@ichad imut
kalo anda sadar sebaiknya anda nasehati teman-teman anda dari sekte wahabi yang hobi memecah belah umat…
CONTOH NYATA:
Zionois yahudi paling cinta dan senang dengan wahabi, ketika yahudi di gempur hizbullah… ulama wahabi Saudi malah mengeluarkan fatwa haram membantu hizbullah….
jadi ulama wahabi dan zionis itu saudara seperjuangan….!!
sekte wahabi adalah anak haram hasil hubungan Inggris dan zionis. contohnya jelas waktu perang lebanon kemarin..
nggak usah pake nasehati orang lah, nasehati diri sendiri dan teman-teman anda dari sekte wahabimu aja!
buat abusalafy bongkar terus kedok sekte wahabi
no way wahaby
hizbullah kan ditengarai orang2 syiah jadi ngapain juga dibantu, kan mereka perang sudara jd kalau bantu salah satu kita jadi berpihak
Persamaan antara WAHABY dan YAHUDI adalah mereka sama-sama benci Syi’ah. Ketika Palestina dibombardir Yahudi, Wahabi membisu. Sedangkan Syi’ah mendukung dan membela Palestina. Ketahuan deh, bahwa Wahaby itu benar-benar saudara sepupunya Yahudi!
Anak-anak Wahaby makin banyak omong dan makin galak malah semakin terbongkar kejahatannya kepada Ummat Islam. Yaitu kejahatan mulai sejak berdirinya Wahaby sampai sekarang.
Kebodohan Menisbatkan ibnu taimiyah pada perilaku spesies ahli bid’ah dari kalangan NU dapat dilihat dari:
Ibnu taimiyah berkata:
وأما القراءة على القبر، فكرهها أبو حنفية، ومالك، وأحمد في إحدي الروايتين. ولم يكن يكرهها في الأخري. وإنما رخص فيها لأنه بلغه أن ابن عمر أوصي أن يقرأ عند قبره بفواتح البقرة، وخواتيمها.وروي عن بعض الصحابة قراءة سورة البقرة. فالقراءة عند الدفن مأثورة في الجملة، وأما بعد ذلك فلم ينقل فيه أثر. واللّه أعلم.
“”Adapun bacaan di atas kuburan itu dimakruhkan oleh Abu Hanifah, Malik dan dalam salah satu riwayat Ahmad, sementara dalam riwayat beliau lainnya tidak memakruhkannya, ia mengizinkannya kerena telah sampai kepadanya hadis Ibnu Umar bahwa ia berwasiat agar dibacakan pembukaan dan penutup surah al- Baqarah di atas kuburannya. Dan telah diriwayatkan dari sebagian sahabat agar dibacakan surah al Baqarah di atas kuburan mereka.
Adapun bacaan ketika dikuburkan, maka ia telah diriwayatkan, dan adapun setelahnya tidak ada riwayat tentangnya. (Majmû’ Fatâwa,24)”"
Pada prakteknya mereka senantiasa membaca alqur’an (tanpa ada wasiat) diatas kubur ini jelas bertentangan dg atsar yang dibawakan ibn taimiyah yang hanya pada saat pengkuburan saja.abu salafy rupanya ingin mengaburkan hal ini dengan menisbatkan yang ada pada akalnya kepada syaikhul islam.
gak boleh fitnah gt dong buat membenarkan diri….kayak RAFIDHAH aja kamu……
_______________
-Abu Salafy-
Saudara perlu meluruskan paradigma perpikir keagamaan Anda:
A)Tidak semua yang tidak ada hadis/atsar tentangnya berarti haram di lakukan!!
B) Sesuatu yang haram apalagi yang mengandung unsur kemusyrikan tidak akan berubah menjadi boleh dilakukan hanya karena ada wasiat.
Ibnu Taimiyah mengatakan:dan adapun setelahnya tidak ada riwayat tentangnya. (Majmû’ Fatâwa,24) dan itu belum cukup menunjukkan haramnya sebuah pekerjan/praktik!
Jadi kamu luruskan dulu cara berpikir kamu sobat!
Kami tidak memfitnah…. Penukilan dan kesimpulan yang kami sampaikan pun bisa dipertanggung jawabkan.
Yang suka fitnah dan menipu adalah kaum Wahhabi/Salafy bukan Rafidha (Syiah) bukan pula Ahlusunnah! Mau bukti? Baca terus blog ini!
kalao berani sama syi’ah kunjungi aja blog Syi’ah:http:// Jakfari word press.com.
Pasti Wahhabi diedel-edel di sana!
kalau Hizbullah kafir, ya wahhabi mbah nya kuffar. Masa’ orang kafir dimusui dedengkotnya kuffar dan yahudi… sementara kaum zionis dan AS paling sayang sama Arab Saudi dan ulama Salafy… katanya kaum kuffar itu “asyaddun nasi ‘adawatan lilladzina amanu….” jadi mestinya hasil logikanya yang alladzina amanu adalah Hizbullah! Dan yang dicintai kuffar dan menjadikan mereka bithanah (teman perkasihan) adalah kuffar juga, “wal ladzina watawwallaunahum minkum faulaika minhum” (jadi wahhabi minal kuffar.
Mas kalau bengkrut dalil ngak usah ngalihin pembicaraan pakai nyerang Syi’ah segala.
Syi’ah jauh lebih kuat dari bisa digoyang oleh antek-antek ziaonis Arab yang berbaju Wahhabi.. semua mah sudah tau kalau wahhabi itu buatannya kaum penjajah Ingris…
ayo kalau bisa coba bawakan bukti kapan arab-arab wahhabi mau berperang membela saudara mereka di Palestina dalam perjuangan melawan Zionis israel?! Yang ada wahhabi hanya membantai ulama Ahlusunnah dan membuat keributan di sana sini…. dan yang agak moderen main cewek di eropa dan as…. serta nggak ketinggalan di Puncak.
Sedangkan para muthawwi’nya yang bertugas menjaga hajar aswad kerjanya cuma bisa meraba-raba tanpa haya’ payu darah jemaah haji wanita, cemeq sana cemeq sini aji mumpung semua lagi konsentrasi berebut mencium hajar aswad, eh si arab wahhabi malah OBOK-OBOK DADA-DADA BU HAJAH! BUSET DASAR A….. KURAP TAK PUNYA IMAN! DI SAMPING KA’BAH DAN DENGAN MEMAKAI JUBAH BAK ORANG SUCI DAN MENGENAKAN EQAL SEBAGAI PENGIKAT AKAL DAN BERSIWAK MALAH BERMAKSIAT DENGAN MELAKUKAN KEFASIKAN! DASAR PENGIKUT MU’AWIYAH DAN WALID BIN UQBAH SI PEMABUK.
assalamualaikum akhi………
Ana sarankan agar antum cepat bertaubat dari syubhat-syubhat yang antum tawarkan kepada masyarakat awam ini. syubhat ini udah usang mas…?
Antum mengkritisi Syaikhul Islam….. ana katakan antum ini bisa di kategorikan di antara dua Golongan: Pertama Pembenci, dan kedua Jahil. namun menurut ana antum ini bisa di katakan Pembenci dan Jahil. bagaimana ini, uda jahil benci pulah kepada orang yang berilmu…..
cepat lah bangun akhi.. matahari uda siang masa matamu masih belum melihat gajah di depan matamu.
tinggal di liat dari riwayat hadistnya ….mana yang lebih kuat membolehkan atau melarang…….kita orang awam tidak sebanding dengan ulama salaf……mereka paham bahasa arab kita tidak ……..kita kembalikan semua pada al-quran dan hadist apakah ibadah- ibadah itu memang di contohkan……kalau tidak ya tinggalkan…..yang penting kita sudah menyampaikan hujah ….kalo di terima syukur klo tidak kita sudah lepas tanggung jawab…..wasalam
sebagai orang yg belum banyak tahu pengetahuan agama, saya ingin bertanya:
1. apa saja syarat dan rukun tahlilan?
2. berapa orang kuorum?
3. makanan apa saja dan brp byk yg hrs disediakan? (zakat fitrah aja cukup beras 2,5kg per tahun buat mensucikan diri)
4. setelah nabi wafat, apakah sahabat2 juga mengadakan ibadah itu?
5. warga apakah di negara2 arab dan penduduk muslim di eropa jg melaksanakan ini?
maafkan saya atas ketidaktahuan ini.
saya orang awam yang tidak begitu paham tentang yasinan dari sudut fiqih, namun ada sebuah catatan antropologis tentang bagaimana yasianan bisa memperteguh jalinan silaturahmi antar sesmaa dalam suatu komunitas, pun digunakan untuk memecahkan masalah kemasyarakatan. well, saya melakukan yasinan bukan berdasar pemahaman yasianan itu benar atau salah meunrut agama (karena diskusi itu berakhir pada……..) tapi karena yasianan itu sendiri baik untuk masyarakat (dengan mengesampingkan aspek keekonomisan karena orang membaca yasinan dengan harapan doanya bisa diterima Allah, hanya Allah yang tahu)
beriut tulisannya
_____________________
-Abu Salafy-
Salam,
Ma’af mas copy-paste saudara tidak dapat kami tampilkan sesuai komitmen kami.
bisa-bisa nanti para wahabiyyun akan membalas anda dengan copy paste yang bertubi-tubi,
maklum copy-paste adalah hobi mereka.
tradisi yasinan sebagai bentuk ijtihad dalam rangka dakwah kultural. oke….. mudah dipahami dan tidak menimbulkan konflik/debat berkepanjangan
mekaten
salam, boleh saya tahu matan hadis mengenai dibolehkan mengadakan tahlil. Boleh tak bagi judul kitab yang menunjukkan tahlil di bolehkan,
Abu Salafy:
Majlis tahlilan itu yang dibaca adalah ayat-ayat suci Al Qur’an, Dzikir-dzikir yang disebutkan juga dalam Al Qur’an di dima’tsurkan dalam Sunnah, llau apakahmmebaca Al Qur’an dan berdzikir masih perlu Anda tanyakan dalilnya….
kenapa selanjutnya pada saling menghujat……????
toh mau percaya tahlilan atau tidak Allah maha melihat mana yang benar dan mana yang salah…setiap amalan yang baik kalo tergantung niat yang baik karena Allah pasti di terimanya amalan tersebeut. bukankah tahlilan juga baik…???
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan bahwa selamatan kematian setelah hari wafat, hari ketiga, ketujuh dll adalah : MAKRUH, RATAPAN BID’AH TERCELA (BID’AH MADZMUMAH), OCEHAN ORANG-ORANG BODOH.
Berikut apa yang tertulis pada keputusan itu :
MUKTAMAR I NAHDLATUL ULAMA (NU)
KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926
TENTANG
KELUARGA MAYIT MENYEDIAKAN MAKAN KEPADA PENTAKZIAH
TANYA :
Bagaimana hukumnya keluarga mayat menyediakan makanan untuk hidangan kepada mereka yang datang berta’ziah pada hari wafatnya atau hari-hari berikutnya, dengan maksud bersedekah untuk mayat tersebut? Apakah keluarga memperoleh pahala sedekah tersebut?
JAWAB :
Menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh itu hukumnya MAKRUH, apabila harus dengan cara berkumpul bersama-sama dan pada hari-hari tertentu, sedang hukum makruh tersebut tidak menghilangkan pahala itu.
KETERANGAN :
Dalam kitab I’anatut Thalibin Kitabul Janaiz:
“MAKRUH hukumnya bagi keluarga mayit ikut duduk bersama orang-orang yang sengaja dihimpun untuk berta’ziyah dan membuatkan makanan bagi mereka, sesuai dengan hadits riwayat Ahmad dari Jarir bin Abdullah al Bajali yang berkata: ”kami menganggap berkumpul di (rumah keluarga) mayit dengan menyuguhi makanan pada mereka, setelah si mayit dikubur, itu sebagai bagian dari RATAPAN (YANG DILARANG).”
Dalam kitab Al Fatawa Al Kubra disebutkan :
“Beliau ditanya semoga Allah mengembalikan barokah-Nya kepada kita. Bagaimanakah tentang hewan yang disembelih dan dimasak kemudian dibawa di belakang mayit menuju kuburan untuk disedekahkan ke para penggali kubur saja, dan TENTANG YANG DILAKUKAN PADA HARI KETIGA KEMATIAN DALAM BENTUK PENYEDIAAN MAKANAN UNTUK PARA FAKIR DAN YANG LAIN, DAN DEMIKIAN HALNYA YANG DILAKUKAN PADA HARI KETUJUH, serta yang dilakukan pada genap sebulan dengan pemberian roti yang diedarkan ke rumah-rumah wanita yang menghadiri proses ta’ziyah jenazah.
Mereka melakukan semua itu tujuannya hanya sekedar melaksanakan kebiasaan penduduk setempat sehingga bagi yang tidak mau melakukannya akan dibenci oleh mereka dan ia akan merasa diacuhkan. Kalau mereka melaksanakan adat tersebut dan bersedekah tidak bertujuaan (pahala) akhirat, maka bagaimana hukumnya, boleh atau tidak?
Apakah harta yang telah ditasarufkan, atas keingnan ahli waris itu masih ikut dibagi/dihitung dalam pembagian tirkah/harta warisan, walau sebagian ahli waris yang lain tidak senang pentasarufan sebagaian tirkah bertujuan sebagai sedekah bagi si mayit selama satu bulan berjalan dari kematiannya. Sebab, tradisi demikian, menurut anggapan masyarakat harus dilaksanakan seperti “wajib”, bagaimana hukumnya.”
Beliau menjawab bahwa semua yang dilakukan sebagaimana yang ditanyakan di atas termasuk BID’AH YANG TERCELA tetapi tidak sampai haram (alias makruh), kecuali (bisa haram) jika prosesi penghormatan pada mayit di rumah ahli warisnya itu bertujuan untuk “meratapi” atau memuji secara berlebihan (rastsa’).
Dalam melakukan prosesi tersebut, ia harus bertujuan untuk menangkal “OCEHAN” ORANG-ORANG BODOH (yaitu orang-orang yang punya adat kebiasaan menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh, dst-penj.), agar mereka tidak menodai kehormatan dirinya, gara-gara ia tidak mau melakukan prosesi penghormatan di atas. Dengan sikap demikian, diharapkan ia mendapatkan pahala setara dengan realisasi perintah Nabi terhadap seseorang yang batal (karena hadast) shalatnya untuk menutup hidungnya dengan tangan (seakan-akan hidungnya keluar darah). Ini demi untuk menjaga kehormatan dirinya, jika ia berbuat di luar kebiasaan masyarakat.
Tirkah tidak boleh diambil / dikurangi seperti kasus di atas. Sebab tirkah yang belum dibagikan mutlak harus disterilkan jika terdapat ahli waris yang majrur ilahi. Walaupun ahli warisnya sudah pandai-pandai, tetapi sebagian dari mereka tidak rela (jika tirkah itu digunakan sebelum dibagi kepada ahli waris).
SELESAI , KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926
REFERENSI :
Lihat : Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), halaman 15-17), Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.
Masalah Keagamaan Jilid 1 – Hasil Muktamar dan Munas Ulama Nahdlatul Ulama Kesatu/1926 s/d/ Ketigapuluh/2000, KH. A.Aziz Masyhuri, Penerbit PPRMI dan Qultum Media.
Asslamu’alaikium wr. wb
Buat Mas Admin yang dimuliakan Allah. Aku hanya ikut mengajak saudaraku semua MARI UKHUWAH SELALU KITA JAGA. Maka apabila dalam artikel dan atau berbagai tanggapan dalam blog ini muncul kata2 atau kalimat yang ( maaf ) busuk atau jahat yang itu pasti akan memecah persaudaran, itu adalah menjadi tanggung jawab Mas Admin. maka ( eh….. pake maka lagi ) saya mengusulkan ( INI KALO MAS ADMIN MEMANG BERNIAT MENCARI RIDLO ALLAH, HANYA MEMBELA ISLAM SEMATA dan BUKAN MEMBELA GOLONGAN ANDA , karena mas sendiri tahu KEBENARAN BUKAN MILIK KITA secara MUTLAK tapi MILIK ALLAH al HAQ , kita hanya bisa mencari kebenaran yang tentunya BISA SALAH dan BISA BENAR )
” arahkan DISKUSI ( bukan DEBAT ) ini kepada kelamahlembutan, saling menasehati, semangat persaudaraan dll. Kalo DISKUSI akan membawa hasil atau minimal menuju kebenaran dan kepuasan semua pihak, tapi kalo DEBAT akan memunculkan pihak yang menang dan yang keyok, puas berlawan dendam dlsb.
Terima kasih
yang mau Tahlilan silahkan toh isinya bacaan kalimah toyyibah, kan tidak ada dalil yang melarang membaca kalimat toyyibah… yang ga suka ya ga papa, silahkan beribadah dan membaca kalimah toyyibah dengan cara lain, kalau yang membaca kalima toyyibah kemudian dia berdoa agar pahalanya juga disampaikan kepada saudara muslim yang lain yang masih hidup maupun sudah meninggal, toh berdoa kan boleh saja, soal sampai atau tidak urusan Alloh… yang penting jangan dicampur adukkan pembahasan tahlilan dengan menyediakan makanan untuk orang tahlilan (kan ga harus)… kalaupun ada itu shodaqoh untuk orang membaca kalimah toyyibah… yang penting bukan untuk meratapi kematian, atau campur aduk pembahasan tahlil dengan meratapi kematian (yang jelas meratapi ini dilarang), toh tahlil tidak harus setelah kematian, bisa kapan saja… kalau 10 ahri, 2 hari… itu sih suka-suka yang nyelenggarain… eh 7 hari 3 hari juga boleh… konser aja boleh diselenggarain rutin tiap minggu…. haahaaahaaa (by: Mbah Surip)
Saudara-saudaraku… aku ingin kita menjadi saudara seiman yang sejati… saling mencintai… saling mengasihi… seumpama bangunan kita saling menopang… seumpama tubuh kita saling merasakan, baik sedih atau gembira… aku ingin memeluk kalian, aku ingin menangis untuk kalian, kalian adalah ahli-ahli ilmu, kalian adalah ahli ibadah… aku ingin menjadi saudaranya para ahli ilmu dan ahli ibadah… saudaraku, maka biarlah kalian menganggap amalanku sesat, yang penting kita saudara, bahkan jika Alloh menghendaki aku nantinya ada dalam nerakaNya, dan kalian ada dalam surgaNya, paling tidak aku punya punya kebahagiaan mempunyai saudara-saudara yang ahli surga…
Ayo Kang !! Sholawatan aja !!
mau tahu banyak tentang Ibnu Taymiah serta pemikirannya, ada blog bagus mengkhususkan tentang ibnu taymiah:
http://ibnutaymiah.wordpress.com/
Mari kita Sholawatan !!!
Allohumma Sholli ‘Ala Muhammad…
gk usah direken pak, mereka itu omong tok.. ini bid’ah itu bid’ah lah. mereka itu sebenarnya ngaji qur’an aja blepotan. mau bisa darimana lha wong sjak kecil gk pernah nyantri. baru wkt kuliah saja pas ketemu nurdin m top dkk baru macak islami. paling2 kalau baca kitab hadis yg terjemahan. wkt kuliah dulu sy sering ktemu org yg kyk ginian.sy tahu krn dulu sy sering diajak debat, yg pasti gk bermutu…
sy pikir salahnya org nu cuma 1, terlalu sabar menghadapi org2 kyk gini. sedangkan mereka?? apa mau ngalah dan mengakui kekalahan jika dalilnya lemah… sy siap debat terbuka. wes gatel pengin nyekak…
sekak wae gus, mereka itu omongnya dowang gede… ilmunya dangkal. justru mereka yg taklid buta, ga pernah baca & belajar tau” ikut apa kata golongan mereka
mau tau video ttg Ibnu Taimiyah yg bikin wahabi bungkam selamanya…
Jurus JITU taklukkan wahhabi
http://www.forsansalaf.com/2010/wahabi-salafi-menentang-syeikh-ibnu-taimiyah/
salah satu ciri ahlul bid’ah ialah menukil sebagian saja
dan ngga mungkin Ibnu Taimiyah itu NU…Ibnu Taimiyah ngga pernah ikut parpol. Dia Mujaddid..pemberantas bid’ah, pemberantas penyembah kubur.
untuk semuanya..
saya yakin kalian adalah muslim
para pengucap kesaksian bahwa hanya Allah yang berhak diibadahi dan Muhammad utusan-Nya yang wajib diikuti.
saya yakin tauladan kalian adalah rasul yang mulia Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa salaam.
Pengikut abu bakar, umar, utsman, ali, dan para sahabat lainnya.
Kalian adalah pengambil fatwa Imam Syafiie, ahmad, abu hanifah, dan imam malik.
Sehingga kalianlah SALAFY, orang-orang yang mengikuti salafusshaleh..
Tidak akan pernah ada kita mengatakan saya salafy, atau saya bukan salafy..tapi setiap muslim adalah salafy.
NU adalah salafy, Wahaby adalah salafy, Ibn taimiyah adalah salafy
Muslim akhun muslim…tak perlu mencela dan menjadi pecah karena perbedaan pendapat.
mengapa kita sangat terganggu saat amalan kita dikatakan bid’ah? bukankah seorang muslim berhusnuzhan saat dikoreksi saudaranya?
mengapa kita masih bisa menerima perbedaan atas jumlah rakaat tarawih, doa qunut subuh, perbedaan masuknya waktu awal puasa/idul fithri..lalu mengapa menjadi pecah dan saling cela saat amalan kita dikatakan bid’ah?
bukankan yang mengatakan bid’ah pendapatnya bisa salah dan benar? dan yang membela amalannya juga pendapatnya bisa salah dan benar?
sehingga kesimpulannya: “menghukumi suatu amalan apakah bid’ah atau tidak adalah perkara ijtihadiyah”
Karena perkara ijtihadiyah, maka pendapatnya bisa benar dan salah, dan bisa dikoreksi lagi suatu saat nanti. Sehingga berlapanglah pada hal-hal yang telah dilapangkan oleh ulama. dan tidaklah patut selain ulama mujtahid berbicara tentang hal ini.
Allah Dekat, Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
Innalhamdillah.
Sebaik-baik zikir kepada Allah adalah berjamaah di masjid (bagi laki-laki) yakni sholat fardhu berjamaah.
Ruku’, Sujud, Bersholawat, Berdoa dilakukan berjama’ah tidak ada yang mengeraskan suara.
——————
Sami’naa Wa Atho’naa
“Barangsiapa meninggalkan sholat Ashar maka amalnya terhapus”
wa quumuulillahi qaanitiin.
dan dirikanlah (shalat) karena Allah dengan Qunut. [2:238]
Bacaan seusai mendengar adzan jangan dibaca seusai bangun tidur.
Bacaan untuk qunut witir jangan dibaca untuk qunut shubuh.
wa aqimish sholata lidzikri.
dan dirikan sholat untuk dzikir (kepada Allah)
——————
Tauhid Uluhiyah
Jumhur ulama sepakat adab meminta kepada Allah adalah:
- Memuji Allah.
- Meminta hanya kepada Allah [Al-Fatihah 5]
Saat berdoa / mendoakan jangan sampai membuat tandingan bagi Allah dengan:
- Memuji juga selain Allah.
- Meminta juga kepada selain Allah.
Wallahu ‘alam.
Ralat untuk baris 3.
Innalhamdalillah
Sesungguhnya segala puji bagi Allah.